Parkir Berbayar Lapangan Beran Dikritik, DPRD Sleman Minta Kajian
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Ilustrasi Buku/Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED) menggelar Jelajah Edukasi Dasar (JED) di Kompleks Sekolah Eksperimental Mangunan, Cupuwatu, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman pada Kamis (28/8) hingga Jumat (29/8/2025). Adapun JED merupakan forum belajar bersama bagi para guru jenjang TK, SD, dan SMP.
Tema forum kali ini adalah Menjadi Guru yang Membumi dan Menyuburkan: Guru yang Selalu Belajar, Berefleksi dan Berbagi untuk Mencapai Profil Anak sesuai Konteks Zaman. Ketua Yayasan DED, Romo Vincentius Bondan Prima Kumbara, mengatakan forum itu juga menjadi ajang proses diseminasi konsep pembelajaran dengan Kurikulum Mangunwijaya yang telah mengakomodir konsep Sekolah Merdeka dan Deep Learning yang menjadi fokus Departemen Pendidikan RI.
BACA JUGA: Makna Gendhing Raja Manggala, Mengiringi Sultan Jogja Temui Demonstran
Bahan diskusi JED ini adalah hasil berasal dari action research para guru. Sebab itu, guru-guru terlebih dahulu mempresentasikan hasil action research selama melakukan pendampingan para murid.
“Makanya forum ini sangat positif dan produktif untuk menjadi ajang saling belajar dan memperkaya baik narasumber maupun peserta,” kata Romo Vincentius dikutip Kamis (28/8/2025).
Empat kegiatan yang digelar dalam forum ini antara lain gelar wicara dengan pembicara Pendamping Bidang Pendidikan Yayasan DED, Bernardus Singgih Guritno dan Dosen PGSD Universitas Sanata Dharma, Eny Winarti.
Ada juga seminar pendidikan yang menampilkan para guru dan tenaga kependidikan dengan action research mereka, kemudian workshop pendidikan yang menampilkan action research guru dan tenaga kependidikan, dan terakhir adalah pameran karya hasil kreatifitas guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
Romo Vincentius mengatakan forum ini terbuka bagi pemerhati pendidikan, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, orang tua, hingga anggota masyarakat lain.
BACA JUGA: Ombudsman Akan Lakukan Kajian Mendalam Pelaksanaan MBG di DIY
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Mustadi, mengatakan Disdik memberi dukungan terhadap setiap upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Dia memiliki ketertarikan atas pandangan Yayasan DED yang menekankan bahwa guru adalah pendamping murid.
Murid perlu mengalami pengalaman nyata berada di tengah masyarakat dengan persoalan sosial yang ada. Guru tentu perlu memberi pendampingan dalam membantu anak memahami dan mencari solusi atas persoalan sosial ini.
“Jelajah Edukasi Dasar ini sangat baik diselenggarakan karena dapat memberi pemahaman mendalam kepada guru,” kata Mustadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.