Pemkab Temanggung Salurkan Balinkes, Bantuan Kesehatan Rp2,4 Juta
Pemkab Temanggung mulai menyalurkan Balinkes bagi warga kurang mampu. Bantuan maksimal Rp2,4 juta setahun untuk layanan kesehatan.
Biji Kopi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan inovasi berupa mesin sangrai kopi otomatis dan portabel. Alat ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM hingga rumah tangga menghasilkan kopi berkualitas dengan pengendalian suhu, kecepatan, dan waktu yang lebih presisi.
"Keunggulan utama dari alat kami adalah kemampuannya untuk mengontrol tiga parameter penting dalam proses sangrai kopi, yaitu suhu, RPM, dan waktu. Ketiga hal ini sangat menentukan hasil akhir 'roasting' kopi, dan fitur ini tidak dimiliki oleh alat 'roasting' kopi lainnya," ujar Dosen Teknologi Rekayasa Otomotif UMY Rinasa Agistya Anugrah di Yogyakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan, ide pengembangan mesin ini bermula dari kebutuhan seorang pelaku usaha kopi di Lampung yang ingin menciptakan alat "roasting" atau sangrai dengan kualitas lebih baik.
Dari situ muncul gagasan untuk mengembangkan mesin sangrai kopi yang modern, presisi, dan otomatis.
Mesin sangrai ini hadir dengan desain ergonomis serta efisien dalam penggunaan energi listrik sehingga cocok digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, hotel, hingga rumah tangga.
BACA JUGA: Jepang Segera Berlakukan Tilang untuk Pelanggaran Aktivitas Bersepeda
Beberapa fitur unggulannya antara lain tabung sangrai berputar otomatis yang membuat proses lebih merata, sensor suhu dan timer otomatis untuk menjaga kualitas sangrai, pendinginan cepat pasca-sangrai, serta layar digital untuk memantau suhu, waktu, dan proses yang sedang berlangsung.
Rinasa menjelaskan, cara penggunaan mesin ini tergolong mudah. Pengguna cukup menyalakan mesin, memasukkan biji kopi melalui lubang di bagian atas, lalu mengatur suhu pada kisaran 200-220 derajat Celsius, waktu 10-15 menit, dan kecepatan putar sesuai kebutuhan.
Setelah itu, proses sangrai bisa dimulai dengan menekan tombol khusus.
Menurut dia, hasil sangrai dapat disesuaikan dengan keinginan, misalnya pada suhu 200-210 derajat Celsius dan waktu 10-15 menit akan diperoleh biji kopi dengan tingkat kematangan sedang. Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna menyesuaikan hasil sesuai selera
Inovasi ini diharapkan mendukung tren meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia. "Dengan fitur-fitur unggulannya, mesin ini menjadi pilihan utama bagi siapa saja yang ingin menghasilkan kopi berkualitas dari biji sangrai yang sempurna," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Temanggung mulai menyalurkan Balinkes bagi warga kurang mampu. Bantuan maksimal Rp2,4 juta setahun untuk layanan kesehatan.
Apple sedang mengembangkan Apple Reference Image, fitur yang bisa membuktikan sebuah foto benar-benar diambil dari kamera iPhone, bukan hasil AI. Begini cara ke
NEC Nijmegen dan Bodo/Glimt lolos ke play-off Liga Champions 2026-2027 via drama extra time. Simak hasil lengkap kualifikasi ronde ketiga dan drawing play-off d
Microsoft mengungkap ransomware baru bernama StormEncryptor yang digunakan kelompok peretas China Storm-1175. Serangan memanfaatkan celah keamanan yang belum di
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin, tapi tak peduli gelar juara. Ia fokus ke pengembangan motor dan kemenangan. Simak pernyataan lengkap
Lazio resmi putus kontrak sponsor Rp360 miliar dengan Polymarket setelah platform dinyatakan ilegal di Italia. Klub tetap terima pembayaran penuh musim ini, tap