GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Sejumlah peserta mengikuti Bakti Sosial Kesehatan di Gereja St. Maria Assumpta Babarsari, Minggu (4/1/2026)./ist UAJY
Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berkolaborasi dengan Gereja St. Maria Assumpta Babarsari dan RS Bhayangkara Polda DIY menggelar khitan gratis dalam Bakti Sosial Kesehatan sebagai rangkaian pelaksanaan natal 2025.
Bakti Sosial Kesehatan ini dilaksanakan di halaman Gereja St. Maria Assumpta Babarsari, Minggu (4/1/2026), dengan kegiatan meliputi khitan gratis, skrining kesehatan anak dan layanan konsultasi kesehatan umum.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Natal 2025 Gereja St. Maria Assumpta Babarsari. Bakti Sosial Kesehatan diikuti oleh 28 peserta, dengan rincian enam peserta mengikuti layanan khitan gratis, sementara peserta lainnya mengakses layanan skrining dan konsultasi kesehatan.
Kepala RS Bhayangkara Polda DIY, AKBP D. Aji Kadarmo, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama yang sangat baik antara gereja, institusi pendidikan, dan rumah sakit. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial dari seluruh instansi yang terlibat.
“Dalam kegiatan ini kami tidak hanya melibatkan dokter dan paramedis, tetapi juga dokter spesialis bedah. Ke depan, kegiatan seperti ini sangat baik untuk terus dikembangkan sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dan sejalan dengan misi Polri, yaitu Polri untuk masyarakat,” ujarnya dalam pers rilis, Senin (5/1/2026).
Ketua Panitia Natal 2025 Gereja St. Maria Assumpta Babarsari, Petrus Slamet Widodo, menjelaskan bahwa bakti sosial kesehatan ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan Natal tahun 2025. “Kegiatan bakti sosial yang kami selenggarakan meliputi yang pertama kunjungan ke Lapas Narkotika Pakem dan yang kedua khitan gratis serta skrining kesehatan,” paparnya.
Sasaran utama Bakti Sosial Kesehatan ini adalah masyarakat di sekitar wilayah paroki, seperti Padukuhan Seturan, Tambakbayan, dan Ngentak, serta umat Paroki Babarsari yang membutuhkan. Ia mengapresiasinya atas dukungan Fakultas Kedokteran UAJY dan RS Bhayangkara Polda DIY dan dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan khitan dan pemeriksaan kesehatan yang biayanya tidak sedikit. Melalui pelayanan ini, gereja hadir untuk membantu menjaga kesehatan umat dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.