Musim Hujan Diprediksi Mundur, DPRD Bantul Siapkan Posko
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Jajaran rektorat dan dekanat kampus ISI Jogja saat menyampaikan keterangan kepada wartawan, Rabu (7/1/2026). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja terus mengupayakan perubahan status menjadi Badan Layanan Umum (BLU) guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan memperkuat peran kampus seni dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Pengajuan status BLU telah melalui berbagai tahapan administrasi. Meski target penerapan pada 2025 belum tercapai, dokumen pengajuan kembali dikirimkan ke kementerian terkait dan kini menunggu proses peninjauan.
Konsep BLU bagi ISI Jogja tidak berorientasi pada peningkatan pendapatan semata, melainkan memberikan pelayanan pendidikan yang lebih optimal kepada masyarakat tanpa membebani mahasiswa.
Rektor ISI Jogja, Irwandi mengatakan proses pengajuan BLU telah melalui sejumlah tahapan. Meski target menjadi BLU pada 2025 belum tercapai, pihaknya kembali mengirimkan dokumen ke kementerian terkait dan saat ini menunggu proses peninjauan.
“Proses terakhir sudah kami kirim kembali ke kementerian. Harapannya dalam waktu dekat, terutama dari Kementerian Keuangan, sudah ada review,” ujar Irwandi, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebut, filosofi utama BLU bagi kampus itu bukan semata mengejar pendapatan, melainkan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tanpa membebani biaya pendidikan. Melalui BLU, kampus seni diharapkan lebih leluasa berkolaborasi dengan dunia industri kreatif dan alam sekitar melalui pendidikan berbasis seni.
Menurut Irwandi, berbeda dengan universitas umum yang meningkatkan kuantitas mahasiswa, kampus seni memiliki karakter tersendiri. “Bagi kami, BLU adalah cara agar ISI lebih efektif dalam mengelola pendanaan dari masyarakat untuk kembali meningkatkan layanan pendidikan,” katanya.
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Jogja, Muhamad Sholahuddin menjelaskan kebijakan BLU pada perguruan tinggi bertujuan memberikan fleksibilitas dalam tata kelola keuangan dan manajemen.
“Intinya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan. Ketika perguruan tinggi memiliki kebebasan mengelola keuangan, maka pengelolaan aset dan sumber daya manusia juga bisa lebih optimal,” jelasnya.
Ia mencontohkan banyaknya talenta seni unggul di ISI Jogja yang selama ini berkiprah secara individual. Dengan status BLU, potensi tersebut dapat dikelola secara kelembagaan sehingga pendapatan yang dihasilkan masuk ke sistem kampus.
“Pendapatan BLU nantinya akan kembali ke mahasiswa, salah satunya melalui peningkatan beasiswa. Jadi bukan untuk menaikkan biaya pendidikan,” kata Sholahuddin.
Melalui status BLU, ISI Jogja diharapkan memiliki ruang gerak lebih luas untuk berkolaborasi dengan industri kreatif serta mengembangkan pendidikan seni yang berkelindan dengan potensi lingkungan dan budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Jadwal KA Bandara YIA, Jumat 16 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.