Taj Yasin Minta Seluruh OPD Jateng Contek Pengembangan Desa Kranggan
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Karya seni anak dipamerkan dalam Open House Early Childhood Care & Development Resource Center (ECCD RC) dan Sekolah Rumah Citta, di JNM, Rabu (28/1/2026)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
JOGJA—Isu keberagaman diperkenalkan sejak usia dini melalui medium seni dalam Open House Early Childhood Care & Development Resource Center (ECCD RC) dan Sekolah Rumah Citta, yang menghadirkan pameran bertema Kita Beragam, Kita Teman di Jogja National Museum (JNM).
Pameran beserta rangkaian kegiatannya digelar pada 28 Januari–1 Februari 2026. Pengunjung disuguhi beragam karya seni hasil kolaborasi murid dan orang tua Sekolah Rumah Citta, mulai dari lukisan, prakarya tiga dimensi, sketsa, hingga karya audio visual.
Dalam naskah narasi pameran disebutkan bahwa karya-karya seni anak dalam Kita Beragam, Kita Teman berangkat dari pemahaman bahwa setiap karya merupakan jejak tumbuh kembang yang khas, yang tidak dapat dilepaskan dari usia dan tahap perkembangan anak.
Pameran ini menjadi penanda sebuah proses: bagaimana kemampuan motorik, cara berpikir, imajinasi, serta kepekaan emosional anak berkembang seiring waktu. Di Sekolah Rumah Citta, karya seni anak diperlakukan sebagai medium ekspresi, bukan sebagai objek kompetisi atau seleksi artistik.
Setiap goresan, pilihan warna, bentuk yang tidak simetris, maupun narasi visual yang tampak sederhana dipahami sebagai bahasa anak dalam memaknai dunianya. Ruang pamer berupaya menjaga keutuhan ekspresi tersebut tanpa intervensi yang mengarahkan pada standar estetika orang dewasa, agar suara dan sudut pandang anak tetap hadir secara otentik.
Ketua 2 Open House, Putri Ayu Wulandari, menjelaskan pameran ini merupakan bagian dari upaya pengarusutamaan Gender Equality, Disabilitas, dan Sosial Inklusi (GEDSI).
“Ini bagian dari kampanye kita untuk menyebarluaskan nilai-nilai lembaga kami. Pameran sebagai rangkaian Open House jadi kita membuka diri lembaga kami untuk dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya, Selasa (28/1/2026).
Dalam kegiatan ini, konsep GEDSI diturunkan menjadi tema yang lebih mudah dipahami anak, yakni Kita Beragam, Kita Teman. Seluruh karya merupakan hasil kolaborasi anak dengan orang tua, menggunakan bahan-bahan limbah yang diambil dari semangat ramah lingkungan.
“Rangkaian kegiatan lainnya, ada semiloka atau seminar dan lokakarya, itu mengangkat tema GEDSI juga. Terus ada seminar Suara Anak rencananya tanggal 29 berarti besok, jadi akan dilaksanakan secara hybrid, temanya tentang GEDSI juga,” paparnya.
Ia menilai GEDSI penting dikampanyekan sejak usia dini karena membantu anak belajar menghargai keragaman.
“Kalau kita mau mengenalkan orang dewasa tentu proses belajarnya akan sangat panjang, jadi kita memulai sejak dari dini, dari usia PAUD, dari usia SD, dan tentu saja dengan sudah satu paket dengan keluarganya,” ungkapnya.
Ketika anak mengenal nilai keberagaman sejak awal, kesadaran akan tumbuh dan mereka mulai berkembang menjadi agen kecil yang menyebarluaskan nilai tersebut kepada teman serta keluarganya.
Pameran ini menjadi ruang reflektif yang mempertemukan pengunjung dengan cerita-cerita kecil tentang relasi anak dengan lingkungan, pengalaman, dan imajinasinya sendiri. Karya yang ditampilkan tidak dimaksudkan sebagai hasil akhir, melainkan potongan proses belajar dan bertumbuh yang terus berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.
Pemilih logo HUT RI Ke-81 mencapai 42.151 orang. Pemerintah mengajak masyarakat terus berpartisipasi hingga polling berakhir.