BBW Books Kembali Digelar di Jogja, Ini Jadwal dan Lokasinya
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
UMY membangun Laboratorium Teknik Terpadu Yana Aditya Building untuk memperkuat pembelajaran praktik dan riset, ditargetkan rampung 2027. /Istimewa-UMY.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mulai merealisasikan penguatan perkuliahan berbasis praktik melalui pembangunan Laboratorium Teknik Terpadu Yana Aditya Building di Kompleks Gedung Teknik UMY.
Proyek strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026), sebagai bagian dari komitmen kampus menghadirkan fasilitas pendidikan modern.
Gedung laboratorium empat lantai tersebut dirancang sebagai pusat laboratorium terpadu Fakultas Teknik UMY dan ditargetkan rampung pada 2027. Pembangunannya diperkirakan menelan anggaran sekitar antara Rp10 hingga Rp15 miliar yang akan difokuskan untuk mendukung aktivitas praktikum, riset, serta pengembangan inovasi sivitas akademika.
Rektor UMY Profesor Achmad Nurmandi menyampaikan bahwa pembangunan Yana Aditya Building merupakan langkah strategis kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan, khususnya pada program studi yang membutuhkan penguasaan hard skill berbasis praktik.
“Mahasiswa teknik, pertanian, dan kedokteran tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teori di ruang kelas. Kompetensi mereka sangat ditentukan oleh seberapa intens mereka berlatih di laboratorium. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, capaian pembelajaran tidak akan optimal,” ujar Nurmandi dalam rilisnya.
Ia menjelaskan, pembangunan laboratorium terpadu tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional Keluarga Alumni UMY (KAUMY) yang digelar sekitar satu bulan sebelumnya. Dalam forum itu, para alumni sepakat untuk memberikan kontribusi nyata bagi almamater, baik melalui pembangunan sarana fisik maupun dukungan beasiswa pendidikan.
Menurut Nurmandi, sektor pendidikan memiliki nilai keberlanjutan yang tinggi bagi para donatur karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selama fasilitas tersebut digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, kontribusi yang diberikan akan terus memberikan dampak positif.
“Gedung dan peralatan yang digunakan untuk pendidikan pada dasarnya merupakan amal jariyah. Kontribusi ini tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi terus memberi manfaat bagi generasi berikutnya,” katanya.
Sementara itu, donatur pembangunan gedung sekaligus mantan Direktur Utama PT TransJakarta Mochammad Yana Aditya menilai pembangunan laboratorium terpadu ini sebagai simbol nyata keterlibatan alumni dalam mendorong transformasi kampus.
Ia berharap laboratorium itu tidak hanya hadir sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi representasi semangat kolaborasi antara alumni dan institusi pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Gedung ini merupakan wujud kepedulian alumni terhadap masa depan UMY. Harapannya, fasilitas ini dapat membantu adik-adik mahasiswa mengembangkan kompetensi dan lebih siap menghadapi tantangan dunia profesional,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Toko Besi Karang Semut di Jalan Jenderal Sudirman, Bantul, terbakar Jumat pagi. Api diduga dipicu genset yang mengalami gangguan.
Teaser Empat Musim Pertiwi menampilkan kepulangan Pertiwi yang penuh misteri. Film Putri Marino tayang di bioskop 8 Oktober 2026.
Lionel Messi terancam sanksi MLS setelah terlibat insiden dengan Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami kontra Philadelphia Union.
Galaxy S26 FE dijadwalkan hadir 27 Agustus 2026. Simak bocoran layar, chipset, kamera, RAM, penyimpanan, dan baterainya.
Kenali 15 tanda rambut dan kulit kepala sudah perlu keramas, mulai dari berminyak, lepek, ketombe hingga penumpukan produk.