Cegah Stunting dengan Perbaiki Kualitas Literasi
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Penanggulangan Stunting di Gamping untuk meningkatkan minat baca serta pemahaman masyarakat tentang pencegahan tengke
Kunjungan WWF Indonesia ke salah satu pengolahan sampah UAD. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses mengukuhkan posisinya sebagai pelopor kampus ramah lingkungan setelah berhasil lolos pendanaan program Zero Waste Campus dari Yayasan World Wildlife Fund Indonesia (WWF-Indonesia). Pencapaian ini diraih melalui proposal kolaborasi antara Biro Sarana dan Prasarana (BSP) serta Pusat Studi Energi dan Lingkungan (PSEL) UAD yang fokus pada penanganan sampah plastik secara mandiri.
Langkah besar ini diambil sebagai respons nyata UAD terhadap krisis sampah yang melanda Yogyakarta, terutama pascapenutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. UAD berkomitmen tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga bagian dari solusi lingkungan dengan mempercepat siklus pengolahan sampah di area kampus menggunakan inovasi yang efisien dan terjangkau.
“Dalam tahun terakhir UAD telah mampu mengolah 100% sampah organik, melalui program ini kami ingin melangkah lebih jauh dengan mengatasi krisis timbunan sampah plastik melalui solusi inovatif yang ramah lingkungan dengan biaya yang relatif murah,” jelas Kepala BSP UAD sekaligus penanggung jawab program, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., Senin (16/3/2026).
Zahrul menekankan bahwa keunggulan utama dari program ini terletak pada rekam jejak nyata UAD dalam mitigasi sampah selama dua tahun terakhir. Pengalaman tersebut terbukti mampu menekan biaya operasional sekaligus memangkas volume residu sampah secara drastis, sehingga hibah dari WWF-Indonesia ini menjadi katalisator untuk memperluas jangkauan program yang sudah berjalan.
“Nilai tambah dari proposal ini adalah mempercepat program yang telah kami jalankan. Lolosnya proposal ini menjadi bentuk pengakuan serta merupakan validasi atas langkah nyata yang telah kami rintis dalam mengawali pengelolaan sampah, terutama sampah plastik, secara mandiri,” ujarnya.
Pascapengumuman kelolosan, tim pengembang yang diketuai oleh Ahmad Ahid Mudayana, S.KM., M.P.H., langsung bergerak cepat menyiapkan tahapan implementasi. Fokus awal tim meliputi penyusunan jadwal kegiatan yang ketat, pencermatan ulang anggaran, hingga pemenuhan administrasi kontrak hibah agar program dapat segera dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika.
“Setelah pengumuman kelolosan proposal, kami akan segera mempersiapkan tahapan implementasi program. Beberapa langkah awal yang akan dilakukan antara lain menyusun timeline kegiatan, melakukan pencermatan terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta menyiapkan administrasi yang diperlukan untuk proses kontrak hibah,” kata Ahid.
Dalam visi jangka panjang, kolaborasi melalui payung Plastic Smart Cities ini diharapkan memicu revolusi budaya di lingkungan kampus, mulai dari kedisiplinan operasional hingga peningkatan etos kerja berbasis standar operasional prosedur (SOP) yang baru. Menariknya, program ini juga akan melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat guna menyebarkan semangat keberlanjutan secara lebih luas.
“Kolaborasi ini akan mendorong perubahan budaya organisasi, mulai dari kedisiplinan operasional hingga peningkatan etos kerja melalui penerapan SOP dan fasilitas baru. Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Zahrul menambahkan bahwa tolok ukur kesuksesan program ini bukan sekadar tersedianya fasilitas fisik seperti tempat pemilahan sampah yang canggih. Esensi utamanya adalah transformasi pola pikir seluruh warga kampus agar meninggalkan gaya hidup instan dan beralih ke prinsip hidup berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.
“Terjadi peningkatan kesadaran seluruh sivitas akademika kampus untuk beralih dari pola pikir instan menuju pola pikir berkelanjutan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Penanggulangan Stunting di Gamping untuk meningkatkan minat baca serta pemahaman masyarakat tentang pencegahan tengke
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.
Polisi memastikan ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, bukan berasal dari bom. Dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
BP BUMN dan Danantara menyiapkan investasi Rp581 miliar untuk transformasi RSPP menjadi Indonesia Hospital dengan target penyelesaian pada pertengahan 2028.
Harga cabai merah besar dan rawit hijau di Sleman naik pada pekan kedua Oktober 2026. Harga rawit merah justru turun.
Peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang di Tugu Muda dimeriahkan fragmentasi teater, lagu perjuangan, pembacaan sejarah, dan kembang api.