Prabowo Siapkan Skema Tukar Motor Bensin dengan Motor Listrik
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.
Foto ilustrasi siswa sekolah. - Foto dibuat oleh AI Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Wacana penerapan pembelajaran daring secara luas kembali disorot setelah muncul kekhawatiran soal ketimpangan akses di berbagai daerah. Skema belajar jarak jauh dinilai belum bisa diberlakukan merata karena berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan.
Pandangan ini mengemuka seiring rencana pemerintah mengoptimalkan pembelajaran daring sebagai bagian dari strategi penghematan energi di sektor publik. Namun, kondisi infrastruktur digital yang belum merata menjadi catatan penting dalam implementasinya.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebaiknya tidak diterapkan secara nasional tanpa mempertimbangkan kesiapan daerah. Menurutnya, penerapan yang terlalu luas justru berisiko menurunkan kualitas pendidikan.
Ia menyebut masih banyak wilayah dengan keterbatasan akses internet dan perangkat pendukung. Kondisi tersebut dapat membuat peserta didik di daerah tertinggal semakin tertinggal dibanding wilayah dengan infrastruktur yang lebih baik.
“Karena itu, penerapan PJJ sebaiknya dilakukan secara selektif, bukan secara nasional, dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang mencoba menekan konsumsi energi melalui penyesuaian metode pembelajaran. Hanya saja, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berdampak pada penurunan mutu pendidikan.
“Kami berharap upaya penghematan energi tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran di Indonesia,” katanya.
Selain soal akses, ia juga menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah agar pembelajaran daring dapat berjalan optimal. Dukungan tersebut mencakup penyediaan internet, subsidi kuota, perangkat pembelajaran, hingga pelatihan bagi tenaga pengajar.
Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, kebijakan PJJ justru akan menimbulkan persoalan baru di lapangan, terutama bagi siswa dan guru di daerah dengan fasilitas terbatas.
Di sisi lain, ia mendorong pemerintah melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Evaluasi ini dinilai krusial untuk memastikan kebijakan tetap relevan dan tidak berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan.
Jika ditemukan penurunan mutu, ia menilai kebijakan tersebut perlu ditinjau ulang, bahkan dihentikan sementara hingga ditemukan solusi yang lebih tepat.
Sebagai konteks, pemerintah sebelumnya tengah menyusun strategi penghematan energi lintas sektor atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah penyesuaian metode pembelajaran di sekolah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan, kombinasi pembelajaran daring dan luring akan diterapkan menyesuaikan karakteristik mata pelajaran.
Untuk mata pelajaran berbasis praktik, kegiatan belajar tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka guna menjaga kualitas hasil pembelajaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.