Vonis Korupsi Chromebook Kemendikbudristek, Negara Rugi Rp5,26 Triliun
Kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek 2019–2022 dinyatakan merugikan negara Rp5,26 triliun, termasuk dugaan mark-up pengadaan.
Siswa mengikuti Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Ciujung, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD hingga SMP siap digelar pada April 2026 dengan tingkat partisipasi yang nyaris menyeluruh. Data terbaru menunjukkan hampir seluruh siswa telah terdaftar mengikuti asesmen ini.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyebut angka keikutsertaan mencapai sekitar 98 persen di berbagai jenjang.
“Persentase keikutsertaan TKA pada jenjang SD sebanyak 98,96 persen, jenjang MI sebanyak 97,90 persen, jenjang SMP sebanyak 98,04 persen, dan jenjang MTs sebanyak 97,54 persen,” kata Toni, Selasa.
Secara rinci, jumlah peserta pada jenjang SD/MI mencapai 4.452.983 siswa, sementara SMP/MTs sebanyak 4.207.516 siswa. Tingginya angka partisipasi ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran sekolah dan orang tua terhadap pentingnya asesmen pendidikan.
TKA tahun ini juga akan digabung dengan Asesmen Nasional (AN), sehingga tidak hanya mengukur capaian akademik siswa, tetapi juga mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan dan daerah.
“Kalau saya berpikiran positif, bahwa setiap sekolah, bahkan setiap guru, murid, itu kesadaran budaya muridnya semakin baik dan itu yang kita harapkan,” ujar Toni.
Ia menambahkan, semakin baik budaya belajar siswa, maka proses peningkatan kualitas pendidikan akan lebih mudah dilakukan karena kelemahan dapat diidentifikasi dan diperbaiki melalui refleksi.
Di sisi lain, keterbatasan sarana prasarana masih menjadi tantangan. Sebanyak 9.637 sekolah jenjang SD atau sekitar 5,59 persen harus menumpangkan siswa mereka ke sekolah lain untuk mengikuti TKA.
Sementara pada jenjang SMP, tercatat 1.546 sekolah atau sekitar 2,5 persen juga melakukan hal serupa.
“Jumlah sekolah menumpang jenjang SD 9.637 (5,59 persen) dan jumlah sekolah menumpang jenjang SMP 1.546 (2,5 persen),” jelasnya.
Untuk jadwal pelaksanaan, TKA jenjang SMP akan berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan jenjang SD digelar pada 20–30 April 2026.
Setiap peserta akan mengikuti ujian selama dua hari. Hari pertama meliputi matematika dan numerasi serta survei karakter, sementara hari kedua mencakup Bahasa Indonesia, literasi, dan survei lingkungan belajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek 2019–2022 dinyatakan merugikan negara Rp5,26 triliun, termasuk dugaan mark-up pengadaan.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.