Bekas PG Gesikan Bantul Diduga Simpan Struktur Cagar Budaya
Struktur bangunan diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta penyelamatan struktur sebelum pengembangan kebun kelapa.
Rektor ISI Jogja, Irwandi (kiri) didampingi panitia UTBK ISI Jogja 2026 memukul gong tanda dimulainya UTBK di kampus tersebut, Selasa (21/4/2026). Kampus ini melayani sebanyak 4.457 peserta ujian selama tujuh hari dengan 13 sesi.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 4.457 calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja pada 22–27 April 2026. Panitia memastikan pengawasan dilakukan secara ketat untuk mencegah praktik kecurangan, termasuk perjokian dan penyalahgunaan teknologi.
Ujian di ISI Jogja berlangsung selama tujuh hari dengan total 13 sesi. Ketua panitia UTBK ISI Jogja, Dewanto Sukistono, menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 4.247 orang. Sementara itu, kapasitas total yang disediakan mencapai 7.100 peserta.
"UTBK digelar di berbagai fasilitas kampus yang telah dipersiapkan secara optimal, meliputi Gedung Desain, Gedung Pedalangan, Laboratorium Bahasa, Gedung Perpustakaan, Gedung Animasi, serta Dekanat Fakultas Seni Media Rekam," jelasnya, Selasa (21/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, tersedia 12 ruang ujian dengan kapasitas 355 peserta setiap sesi. Untuk mendukung kelancaran ujian, panitia menyiagakan 36 pengawas, 24 teknisi, serta enam admin server.
Adapun materi yang diujikan meliputi Tes Potensi Skolastik, Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika.
Dewanto mengungkapkan, pengalaman tahun sebelumnya menjadi dasar peningkatan pengawasan, terutama terhadap dua potensi kecurangan, yakni praktik perjokian dan penggunaan teknologi mirroring desktop yang memungkinkan tampilan layar komputer diduplikasi secara real-time.
"Kami sudah antisipasi, salah satunya melalui pengawasan ketat sebelum peserta masuk ruang ujian. Peserta diperiksa secara cermat dan area ujian dipastikan steril," ujarnya.
Rektor ISI Jogja, Irwandi, menambahkan bahwa peserta UTBK yang mengikuti ujian di kampus tersebut tidak semuanya memilih ISI sebagai tujuan studi. Banyak di antaranya yang hanya menjadikan ISI sebagai lokasi ujian.
"Peserta bisa jadi tesnya di ISI, tetapi memang berencana kuliah di kampus lain. Jadi kami melayani calon mahasiswa yang memilih lokasi ujian di ISI Jogja," katanya.
Ia juga menyebut minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri terus meningkat setiap tahun. Beberapa program studi di ISI Jogja bahkan menunjukkan tren peminat yang tinggi.
"Kami memang ada beberapa prodi yang animonya tinggi seperti DKV, Film, kemudian beberapa jurusan Desain. Ini tinggi karena terkait dengan industri kreatif," pungkasnya.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan ketatnya pengawasan, panitia berharap pelaksanaan UTBK di ISI Jogja berjalan lancar dan menghasilkan proses seleksi yang adil bagi seluruh calon mahasiswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur bangunan diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta penyelamatan struktur sebelum pengembangan kebun kelapa.
Vin Diesel mengumumkan empat serial Fast & Furious sedang dikembangkan Peacock. Satu proyek bahkan sudah masuk tahap produksi.
Jadwal AVC Men’s Champions League 2026 hari ini menghadirkan duel Jakarta Bhayangkara Presisi vs Zhaiyk VC di Pontianak.
Oxford United melepas 10 pemain usai degradasi. Ole Romeny aman hingga 2028, sementara kontrak Marselino Ferdinan segera habis.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.