Cara Membaca Hasil TKA agar Tidak Salah Memahami Nilai Akademik

Jumali
Jumali Selasa, 19 Mei 2026 18:27 WIB
Cara Membaca Hasil TKA agar Tidak Salah Memahami Nilai Akademik

Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, JOGJA—Bagi peserta didik yang baru menerima hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan masih kesulitan memahami angka-angka dalam laporan, penting untuk mengetahui bahwa hasil tersebut tidak sekadar deretan nilai. Di balik skor yang tercantum, terdapat gambaran kemampuan akademik yang bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pengembangan diri.

Pemahaman terhadap hasil TKA menjadi krusial agar peserta didik tidak hanya berhenti pada angka mentah, tetapi juga mampu menafsirkan makna di balik capaian tersebut untuk menentukan langkah peningkatan kemampuan ke depan.

Secara umum, TKA diselenggarakan untuk menyediakan laporan capaian akademik yang terstandar bagi peserta didik. Berdasarkan informasi dari laman resmi TKA Kemendikdasmen, kebutuhan akan standar penilaian ini muncul karena selama ini belum adanya sistem yang benar-benar seragam dalam mengukur capaian akademik siswa dari berbagai satuan pendidikan.

Ketiadaan standar tersebut kerap menimbulkan tantangan, terutama saat proses seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya. Ketergantungan pada nilai internal sekolah dinilai belum sepenuhnya mencerminkan objektivitas, sehingga diperlukan instrumen yang lebih terukur dan dapat dibandingkan secara nasional.

TKA memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya menyediakan informasi capaian akademik yang terstandar untuk keperluan seleksi, membuka akses penyetaraan bagi jalur pendidikan nonformal dan informal, meningkatkan kualitas sistem penilaian pendidik, serta memberikan gambaran kekuatan dan kelemahan akademik peserta didik.

Dengan tujuan tersebut, hasil TKA tidak hanya berfungsi sebagai nilai akhir, tetapi juga sebagai alat refleksi untuk memahami potensi akademik secara lebih komprehensif.

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen menjelaskan bahwa hasil TKA disusun untuk memberikan gambaran kemampuan peserta didik secara menyeluruh melalui penilaian yang objektif dan terukur.

Dalam keterangannya, BKPDM menegaskan bahwa TKA bukan sekadar angka, melainkan sarana untuk memahami perkembangan kemampuan akademik siswa. Informasi tersebut juga disampaikan melalui akun resmi @litbangdikbud pada Selasa (19/5/2026), yang menekankan pentingnya pemahaman hasil TKA sebagai bahan refleksi dan pengembangan diri.

Lalu, bagaimana cara membaca hasil TKA? Proses penilaian dilakukan dalam dua tahap utama. Pertama, jawaban peserta dianalisis melalui proses Analisis Respons pada setiap mata uji. Kedua, hasil dari seluruh mata uji digabungkan menjadi Skor Akhir sebagai nilai komprehensif peserta.

Untuk jenjang SD dan SMP, nilai TKA menggunakan skala 0–100, sedangkan untuk SMA dan SMK menggunakan skala 200–800. Seluruh hasil ditampilkan dengan pembulatan hingga dua angka di belakang koma untuk menjaga ketelitian data.

Hasil tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu Baik, Memadai, dan Kurang. Untuk meraih kategori Istimewa, terdapat ambang batas tertentu yang harus dicapai, yakni minimal 95,00 untuk SD dan SMP di setiap mata uji, serta 725,00 untuk jenjang SMA dan SMK.

Seluruh data TKA juga diolah secara statistik untuk menghasilkan pemetaan kemampuan peserta didik secara nasional, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem pendidikan.

Sebagai gambaran, berikut rerata nasional nilai TKA tingkat SMA (negeri dan swasta) berdasarkan data resmi Kemendikdasmen:

  • Bahasa Indonesia: 57,03 | Bahasa Indonesia Lanjut: 69,69
  • Matematika: 37,03 | Matematika Lanjut: 40,13
  • Bahasa Inggris: 26,33 | Bahasa Inggris Lanjut: 46,77
  • PPKn: 62,31 | Biologi: 54,76
  • Antropologi: 70,47 | Sosiologi: 60,64
  • Projek Kreatif dan Kewirausahaan: 52,82 | Ekonomi: 32,24
  • Sejarah: 63,48 | Kimia: 35,01
  • Fisika: 38,25 | Geografi: 70,63
  • Bahasa Arab: 65,99 | Bahasa Jepang: 56,89
  • Bahasa Mandarin: 65,05 | Bahasa Jerman: 37,19
  • Bahasa Korea: 30,68 | Bahasa Perancis: 47,02

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online