Jadwal KRL Jogja-Solo Hari ini 5 Juli 2026, Lengkap Semua Stasiun
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Peluncuran buku sejarah kolektif bertajuk Kampus Pergerakan: Dinamika Perjuangan Mahasiswa Universitas Janabadra 1986–2026 resmi diluncurkan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Harianjogja.com, JAKARTA — Momentum peringatan 28 tahun Reformasi dimaknai dengan cara berbeda oleh kalangan aktivis mahasiswa. Sebuah buku sejarah kolektif bertajuk Kampus Pergerakan: Dinamika Perjuangan Mahasiswa Universitas Janabadra 1986–2026 resmi diluncurkan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Peluncuran buku ini menjadi penanda penting dalam upaya mendokumentasikan perjalanan panjang gerakan mahasiswa yang turut berperan dalam runtuhnya rezim Orde Baru pada 1998. Buku tersebut menjadi salah satu catatan tertulis yang disusun langsung dari perspektif para pelaku sejarah, yakni aktivis mahasiswa lintas generasi.
Salah satu inisiator buku, Heroe Waskito, mengungkapkan bahwa gerakan mahasiswa tidak lahir secara instan. Ia menegaskan, jatuhnya Soeharto pada 21 Mei 1998 merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan konsolidasi, aksi, hingga tekanan yang dialami mahasiswa selama bertahun-tahun.
“Gerakan itu bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Ada kegelisahan panjang, ada tekanan, ada penangkapan, dan dinamika yang terus bergerak di berbagai kampus di Indonesia,” ujarnya.
Heroe yang kini menjabat Ketua Umum Pergerakan Advokat menambahkan, buku ini ditulis secara kolektif oleh para aktivis Universitas Janabadra (UJB). Proses penyusunannya dilakukan dengan metode yang cukup ketat, mulai dari pengumpulan kesaksian melalui grup komunikasi hingga verifikasi silang menggunakan dokumen internal, kliping koran lama, dan laporan lembaga nasional maupun internasional.
Lebih dari sekadar catatan sejarah, buku setebal 300 halaman ini juga menggambarkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai advokasi masyarakat. Aktivis era 1980-an, Heru Sahararita, dalam buku tersebut menceritakan bagaimana mahasiswa turut mendampingi masyarakat dalam sejumlah kasus, seperti Kedung Ombo hingga persoalan di Cilacap dan berbagai wilayah lainnya.
Sementara itu, aktivis 1998 yang kini dikenal sebagai advokat sekaligus pakar kecerdasan buatan, Eko Prastowo, menyebut buku ini ditulis dengan gaya naratif historis agar mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.
“Tidak hanya soal aksi, tapi juga kehidupan sehari-hari mahasiswa, relasi dengan masyarakat, hingga cerita-cerita ringan yang mewarnai perjuangan,” katanya.
Heroe menegaskan, refleksi Reformasi belum berhenti. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah penegakan hukum yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah bangsa.
“Dua puluh delapan tahun Reformasi, penegakan hukum harus jadi fokus utama. Ini akar masalah yang belum selesai,” tegasnya.
Buku ini diterbitkan oleh komunitas alumni UJB yang tergabung dalam Janabadra Club, dengan melibatkan hampir 100 kontributor dari berbagai angkatan. Kehadirannya diharapkan menjadi referensi penting bagi generasi muda untuk memahami sejarah gerakan mahasiswa secara utuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pencurian besar di Museum Perhiasan Lalique Prancis: 20 koleksi senilai Rp82 miliar hilang. Pencuri kabur meski alarm berbunyi, polisi selidiki.
Media Brasil hantam Carlo Ancelotti dan Neymar usai kalah 1-2 dari Norwegia. Haaland dipuji, Ancelotti disebut "bencana", Neymar dianggap "skandal".
Rupiah melemah ke Rp17.996 per dolar AS dan semakin dekat level Rp18.000. Penguatan dolar serta sentimen global masih membayangi pasar.
China tanam 66 miliar pohon di Great Green Wall. Hutan buatan tumbuh 66% lebih cepat, tapi hutan alami lebih unggul untuk penyimpanan karbon jangka panjang.
Cara hitung pajak progresif kendaraan: mobil kedua 3%, motor kedua 2%. Simak contoh perhitungan PKB + SWDKLLJ agar tak kaget dengan tagihan pajak!