Nilai Matematika SMP Kulonprogo Anjlok, Disdikpora Siapkan Evaluasi

Khairul Ma'arif
Khairul Ma'arif Kamis, 04 Juni 2026 16:47 WIB
Nilai Matematika SMP Kulonprogo Anjlok, Disdikpora Siapkan Evaluasi

Anak belajar Matematika./Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Kabupaten Kulonprogo mengungkap kesenjangan mencolok antar mata pelajaran, khususnya di jenjang SMP/MTs. Nilai Matematika menjadi sorotan karena berada di bawah standar, berbanding terbalik dengan capaian Bahasa Indonesia yang justru tergolong baik.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Nur Hadiyanto, menyampaikan bahwa dari total 5.026 peserta SMP/MTs, rata-rata nilai Matematika hanya mencapai 49,96. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas kategori memadai, yakni 55.

“Ini menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam memahami Matematika cukup merata. Sebanyak 67,5 persen atau 3.395 siswa masuk kategori kurang, sementara yang mencapai predikat sangat baik hanya 2,1 persen atau 106 siswa,” ujarnya, Kamis (4/6).

Kondisi ini kontras dengan capaian Bahasa Indonesia di jenjang yang sama. Rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 72,25 dengan predikat baik. Sebanyak 45,9 persen siswa berada di kategori baik dan 19,4 persen masuk kategori sangat baik. Sementara yang berada di kategori kurang hanya 12,8 persen.

Selisih rata-rata nilai antara kedua mata pelajaran ini mencapai 22,29 poin, yang dinilai sebagai sinyal serius bagi dunia pendidikan di Kulonprogo.

“Kesenjangan ini sangat mencolok dan menjadi alarm bagi kami untuk segera melakukan intervensi. Fokus kami ke depan adalah penguatan pembelajaran Matematika di SMP/MTs,” tegas Nur Hadiyanto.

Ia menambahkan, langkah yang akan ditempuh meliputi peningkatan kompetensi guru, penguatan materi ajar, hingga penyusunan program remedial yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Di tengah sorotan terhadap capaian SMP, hasil TKA di jenjang SD/MI justru menunjukkan tren positif. Dari 5.078 peserta, terdapat capaian prestasi gemilang, salah satunya diraih Arkanatha Rafizky Daneswara, siswa SD Negeri Brosot.

Arkanatha berhasil meraih nilai sempurna 200,00, masing-masing 100 untuk Matematika dan 100 untuk Bahasa Indonesia, sekaligus menjadi peringkat pertama TKA 2026 tingkat SD se-Kulonprogo.

“Prestasi ini luar biasa, bahkan di tingkat SMP tidak ada satu pun peserta yang meraih nilai sempurna,” kata Nur Hadiyanto.

Selain itu, sejumlah sekolah juga mencatat dominasi di jajaran 20 besar. SD Muhammadiyah Mutihan menempatkan empat siswanya di posisi elite, yakni peringkat 3, 4, 8, dan 12. Disusul SD Negeri Percobaan 4 dan SD Negeri 4 Wates yang masing-masing meloloskan tiga siswa ke dalam daftar tersebut.

Meski demikian, Disdikpora menilai persoalan Matematika sebenarnya sudah mulai terlihat sejak jenjang SD. Data menunjukkan sebanyak 39,6 persen siswa SD masih berada di kategori kurang untuk mata pelajaran tersebut, dengan selisih antar-mapel mencapai 13,35 poin.

“Walaupun tidak separah di SMP, ini tetap menjadi perhatian serius. Artinya, penguatan Matematika harus dimulai sejak dini agar tidak semakin tertinggal di jenjang berikutnya,” jelasnya.

Temuan ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Disdikpora Kulonprogo untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, sekaligus memastikan tidak terjadi kesenjangan kompetensi yang semakin melebar di masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online