Lonjakan Wisata Gunungkidul, PAD Nyaris Rp2 Miliar dari Libur Panjang
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
Ilustrasi siswa SMP - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat hasil kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2025/2026 berjalan lancar dengan tingkat kelulusan hampir sempurna. Dari total peserta didik, sebanyak 7.935 siswa dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Meski demikian, terdapat delapan siswa yang tidak lulus. Kondisi ini bukan disebabkan oleh kegagalan akademik, melainkan karena para siswa tersebut mengundurkan diri dan tidak mengikuti rangkaian ujian kelulusan.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Gunungkidul, Murdopo, menjelaskan bahwa pengumuman kelulusan telah dilaksanakan serentak di masing-masing sekolah pada Selasa (2/6/2026).
“Secara umum semua siswa yang mengikuti ujian dinyatakan lulus. Hanya ada delapan siswa yang tidak lulus karena mereka mengundurkan diri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Ia menambahkan, keputusan mengundurkan diri diambil dengan berbagai alasan, mulai dari persoalan keluarga hingga perpindahan domisili. Dalam beberapa kasus, siswa harus meninggalkan sekolah karena mengikuti orang tua atau kerabat ke luar daerah.
“Ada yang orang tuanya bercerai sehingga harus pindah tempat tinggal. Namun detailnya berbeda-beda di tiap sekolah,” jelasnya.
Murdopo menegaskan, status tidak lulus tersebut bukan karena kemampuan akademik siswa, melainkan murni akibat tidak mengikuti proses penilaian akhir sebagai syarat kelulusan.
Sementara itu, capaian positif juga terlihat di sejumlah sekolah. Salah satunya di SMP Negeri 2 Wonosari yang berhasil meluluskan seluruh siswanya.
Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati, menyebutkan bahwa dari total 210 siswa yang mengikuti ujian, seluruhnya dinyatakan lulus tanpa terkecuali.
“Alhamdulillah semua siswa kami lulus dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.
Tak hanya dari sisi kelulusan, kualitas hasil ujian juga menunjukkan tren positif. Suhartati mengungkapkan bahwa nilai siswa mengalami peningkatan dibandingkan hasil tryout sebelumnya, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan oleh siswa dan pihak sekolah sebelum ujian berlangsung.
“Hasilnya lebih baik karena ada peningkatan signifikan. Ini buah dari kerja keras dan latihan yang konsisten,” jelasnya.
Dengan capaian ini, Dinas Pendidikan Gunungkidul optimistis kualitas pendidikan di tingkat SMP terus mengalami peningkatan, baik dari sisi kelulusan maupun prestasi akademik siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
Proyek PSEL Semarang Rp3 triliun diminati 85 investor. Sampah diolah jadi listrik, dorong ekonomi hijau dan investasi.
Kejagung terus menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus korupsi program MBG 2025–2026 di BGN. Tiga mantan pejabat telah jadi tersangka.
Guru Besar UI menegaskan pentingnya pengawasan berbasis risiko dalam penjualan obat di minimarket demi mencegah penyalahgunaan.
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus gratifikasi Rp3,43 miliar terkait sertifikat K3.
Wuling Eksion mencatat 1.500 pemesanan sejak April 2026. Varian listrik murni mendominasi minat konsumen di Indonesia.