PSIM Jogja Kalah Lima Kali Beruntun, Terpuruk di Zona Degradasi
PSIM Jogja kalah 0-1 dari Bhayangkara FC dan menelan lima kekalahan beruntun. Laskar Mataram kini berada di peringkat ke-17 dengan satu poin.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X usai pertemuan dengan MWA UGM periode 2026–2031 di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (9/6/2026). Ist/ Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat mendorong Universitas Gadjah Mada untuk memperkuat fondasi internal, terutama dalam aspek tata kelola dan kualitas akademik. Hal ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan jajaran Majelis Wali Amanat (MWA) UGM periode 2026–2031.
Pertemuan yang digelar di Gedhong Wilis, Selasa (9/6/2026), itu menegaskan pentingnya pembenahan internal sebagai langkah strategis menghadapi kompetisi global antar kampus.
Sri Sultan menekankan bahwa kekuatan institusi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh reputasi, tetapi juga oleh soliditas internal. Ia mengingatkan agar berbagai persoalan manajerial segera dituntaskan agar UGM memiliki pijakan yang kuat.
“Kalau ada aspek manajemen yang belum jelas, sebaiknya diselesaikan. Dengan begitu, institusi akan lebih kokoh menghadapi persaingan,” tegasnya.
Selain tata kelola, Sultan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas akademik dosen. Menurutnya, ruang publikasi ilmiah perlu diperluas agar dosen memiliki pengalaman akademik yang lebih kaya dan berkelanjutan.
Ia mendorong inovasi seperti penerbitan buletin atau media ilmiah rutin sebagai sarana pengembangan kapasitas intelektual civitas akademika. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing UGM di tingkat nasional maupun internasional.
Tak hanya itu, Sultan juga mengingatkan bahwa tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas perguruan tinggi kini semakin tinggi. Oleh karena itu, kepengurusan MWA yang baru diharapkan mampu menjawab ekspektasi tersebut dengan tata kelola yang terbuka dan profesional.
“Ke depan, harus ada keterbukaan dan akuntabilitas yang lebih baik, karena publik juga menuntut itu,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia, menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan arah kebijakan antara pihak kampus dan MWA, sekaligus menyerap arahan dari Sultan yang juga merupakan anggota tetap MWA.
Menurut Ova, sebanyak 16 anggota MWA periode 2026–2031 telah ditetapkan melalui rapat pleno Senat Akademik. Saat ini, UGM tengah mempersiapkan proses pelantikan resmi yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat.
“SK sudah diterbitkan pada 3 Juni. Untuk pelantikan, kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat oleh pemerintah di Jakarta,” jelasnya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi UGM untuk memperkuat strategi kelembagaan di tengah dinamika pendidikan tinggi global. Dengan pembenahan internal, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan transparansi, UGM diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja kalah 0-1 dari Bhayangkara FC dan menelan lima kekalahan beruntun. Laskar Mataram kini berada di peringkat ke-17 dengan satu poin.
BPS melakukan ubinan palawija di Sleman untuk mengukur produktivitas jagung, kacang-kacangan, dan ubi jalar sebagai dasar penghitungan estimasi produksi pertani
Disdikpora Kulonprogo mendorong wajib belajar prasekolah satu tahun sebelum SD, dengan fokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas PAUD.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan telah menaati putusan MA terkait sengketa INI dan berharap dualisme kepengurusan segera berakhir.
PSIM Jogja menghadapi Isenmulang tanpa Ze Valente akibat kartu merah. Laskar Mataram berupaya bangkit setelah lima kekalahan beruntun.
Luhut mengusulkan penyesuaian definisi korupsi merujuk UNCAC. KPK menolak penghapusan total unsur kerugian negara dan membuka opsi delik pemberatan.