Sultan Minta UGM Perkuat Internal Hadapi Kompetisi

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Selasa, 09 Juni 2026 19:37 WIB
Sultan Minta UGM Perkuat Internal Hadapi Kompetisi

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X usai pertemuan dengan MWA UGM periode 2026–2031 di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (9/6/2026). Ist/ Humas Pemda DIY

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat mendorong Universitas Gadjah Mada untuk memperkuat fondasi internal, terutama dalam aspek tata kelola dan kualitas akademik. Hal ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan jajaran Majelis Wali Amanat (MWA) UGM periode 2026–2031.

Pertemuan yang digelar di Gedhong Wilis, Selasa (9/6/2026), itu menegaskan pentingnya pembenahan internal sebagai langkah strategis menghadapi kompetisi global antar kampus.

Sri Sultan menekankan bahwa kekuatan institusi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh reputasi, tetapi juga oleh soliditas internal. Ia mengingatkan agar berbagai persoalan manajerial segera dituntaskan agar UGM memiliki pijakan yang kuat.

“Kalau ada aspek manajemen yang belum jelas, sebaiknya diselesaikan. Dengan begitu, institusi akan lebih kokoh menghadapi persaingan,” tegasnya.

Selain tata kelola, Sultan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas akademik dosen. Menurutnya, ruang publikasi ilmiah perlu diperluas agar dosen memiliki pengalaman akademik yang lebih kaya dan berkelanjutan.

Ia mendorong inovasi seperti penerbitan buletin atau media ilmiah rutin sebagai sarana pengembangan kapasitas intelektual civitas akademika. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing UGM di tingkat nasional maupun internasional.

Tak hanya itu, Sultan juga mengingatkan bahwa tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas perguruan tinggi kini semakin tinggi. Oleh karena itu, kepengurusan MWA yang baru diharapkan mampu menjawab ekspektasi tersebut dengan tata kelola yang terbuka dan profesional.

“Ke depan, harus ada keterbukaan dan akuntabilitas yang lebih baik, karena publik juga menuntut itu,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia, menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan arah kebijakan antara pihak kampus dan MWA, sekaligus menyerap arahan dari Sultan yang juga merupakan anggota tetap MWA.

Menurut Ova, sebanyak 16 anggota MWA periode 2026–2031 telah ditetapkan melalui rapat pleno Senat Akademik. Saat ini, UGM tengah mempersiapkan proses pelantikan resmi yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat.

“SK sudah diterbitkan pada 3 Juni. Untuk pelantikan, kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat oleh pemerintah di Jakarta,” jelasnya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi UGM untuk memperkuat strategi kelembagaan di tengah dinamika pendidikan tinggi global. Dengan pembenahan internal, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan transparansi, UGM diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online