UGM Bekali Mahasiswa Literasi Finansial untuk Cegah Pinjol dan Judol

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 05 Agustus 2026 13:37 WIB
UGM Bekali Mahasiswa Literasi Finansial untuk Cegah Pinjol dan Judol

Kampus UGM/Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai menerapkan kebijakan baru dengan mewajibkan seluruh mahasiswa baru mengikuti mata kuliah Literasi Kesehatan berbobot 2 Sistem Kredit Semester (SKS).

Melalui mata kuliah wajib universitas ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai kesehatan fisik dan mental, tetapi juga literasi finansial sebagai upaya mencegah mereka terjerat pinjaman online (pinjol) maupun judi online (judol) saat menjalani kehidupan perkuliahan dan ketika mulai hidup mandiri.

Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi. Materi literasi kesehatan menjadi bagian dari kurikulum universitas, bukan sekadar diberikan saat kegiatan orientasi mahasiswa baru.

Literasi Finansial Masuk Mata Kuliah Wajib

Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, menjelaskan bahwa mata kuliah Literasi Kesehatan mencakup empat aspek utama, yakni kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial, dan kesehatan finansial.

"Literasi finansial itu nanti setiap mahasiswa semua prodi itu wajib ikut. Jadi ada materinya dan itu menjadi satu dengan literasi kesehatan. Jadi ada kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial, dan finansial. Itu materi wajib untuk semuanya," ungkap Gandes pada Selasa (4/8/2026) di UGM.

Menurut Gandes, mata kuliah tersebut memiliki bobot 2 SKS dengan judul Literasi Kesehatan. Di dalamnya, mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh, termasuk kemampuan mengelola kondisi finansial secara sehat.

Dibekali Cara Mengelola Keuangan dan Memahami Investasi

Dalam materi literasi kesehatan finansial, mahasiswa akan dikenalkan pada berbagai aspek pengelolaan keuangan pribadi. Mereka juga memperoleh edukasi mengenai berbagai jenis investasi beserta hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak persoalan keuangan.

"Jadi dia mengelola keuangan kayak apa, berbagai jenis investasi itu kayak apa, bagaimana apa yang harus diperhatikan supaya nggak terjerat hal-hal yang tidak kita inginkan," ungkapnya.

UGM menilai kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika mulai mandiri serta menyusun perencanaan finansial pada masa depan.

Berlaku untuk Seluruh Program Studi

Gandes menegaskan bahwa mata kuliah Literasi Kesehatan bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa baru, tanpa memandang program studi yang ditempuh. Apabila suatu program studi belum memiliki materi serupa, universitas akan menyediakannya.

"Itu wajib semua mahasiswa di prodi mana pun. Jadi kalau misalkan orang FEB itu kan mestinya tahu, ya. Dia boleh enggak ikut, tapi kalau prodi-prodi enggak punya, universitas menyediakan materinya," tegasnya.

Ia menambahkan, literasi finansial dipandang sebagai kompetensi dasar yang selama ini belum banyak diajarkan sejak usia dini. Karena itu, kampus merasa perlu memasukkannya ke dalam kurikulum wajib.

"Sebenarnya ya, mungkin harusnya itu sudah sejak kecil. Tapi faktanya kita sejak kecil enggak diajarin kayak gitu. Sehingga kemudian ini kan ada fenomena-fenomena [finansial], bagaimana juga mereka secara finansial kan memang membutuhkan," tuturnya.

"Harus juga nanti mandiri, harus menata seperti apa ke depan dengan finansial dia. Itulah yang menjadi concern kita. Sehingga dia harus tahu persis bagaimana memanage itu," lanjut Gandes.

Upaya Cegah Mahasiswa Terjebak Pinjol dan Judol

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, mengatakan edukasi literasi kesehatan finansial menjadi langkah preventif kampus menghadapi maraknya fenomena pinjaman online dan judi online yang menyasar kalangan muda.

Menurutnya, pembekalan sejak awal diharapkan mampu membuat mahasiswa lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait keuangan.

"Ya, kita tahu lah fenomena judi online, fenomena pinjol kayak gitu-gitu, ya kita harus memproteksi sejak awal dan karena itu ada edukasi sejak awal," tukasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online