PLTS Bandara Ahmad Yani Hasilkan 63.800 kWh dalam 6 Bulan
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Fadli Zon. /Antara Foto-Hafidz Mubarak
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, Mr. Assaat merupakan tokoh penting dalam perjalanan sejarah Indonesia yang layak mendapatkan perhatian melalui kajian sejarah yang komprehensif.
Fadli Zon menilai rekam jejak dan kontribusi Mr. Assaat terhadap bangsa menjadi landasan penting dalam proses pengusulan gelar tersebut. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
"Bagaimanapun, Mr. Assaat pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia dalam masa Republik Indonesia Serikat (RIS). Beliau juga berperan dalam meresmikan Universitas Gadjah Mada pada tahun 1950," ungkap Menbud Fadli Zon dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.
Pengusulan Kembali Dilanjutkan Sejak Februari 2025
Putra mendiang Mr. Assaat, Iqbal Assaat, mengungkapkan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional sebenarnya telah dimulai beberapa tahun lalu. Namun, proses tersebut sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Pengusulan kemudian kembali dilanjutkan sejak Februari 2025 oleh Ikatan Keluarga Banuhampu bersama penulis dan sejarawan Hasril Chaniago sesuai prosedur yang berlaku.
Salah satu tahapan yang dilakukan dalam proses tersebut adalah mengumpulkan berbagai dokumen pendukung sebagai bahan kajian.
Dokumen dan Arsip Diserahkan ke ANRI
Berbagai dokumen yang menjadi bagian dari proses pengusulan telah dihimpun, mulai dari surat-surat pribadi, arsip keluarga, hingga foto-foto bersejarah.
Seluruh dokumen tersebut telah diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan kajian sejarah.
Fadli Zon berharap proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Mr. Assaat dapat terus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, tahapan tersebut mencakup penguatan kajian sejarah, penyelenggaraan seminar ilmiah, serta dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar jasa serta pengabdian Mr. Assaat kepada bangsa dapat dipertimbangkan dalam proses pemberian gelar Pahlawan Nasional.
Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI 1997–2024 Komisi IX Darul Siska, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani.
Sebelumnya, pada Rabu (5/8), Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menyatakan dukungannya terhadap pengusulan ilmuwan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Dosen Unisa Yogyakarta mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak ditangani Bantul hingga Juli 2026. Sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan psikis.
ESDM menawarkan 8 blok migas pada lelang tahap II 2026 serta 3 wilayah kerja available. Cek daftar, komitmen, dan jadwal lelang.
Perpanjang SIM A dan C kini bisa online lewat SINAR. Simak cara, dokumen, pembayaran, hingga pilihan pengiriman SIM.