19 Siswa Sekolah Tumbuh Ikuti Club Coding dan Robotik

Kiki Luqman
Kiki Luqman Sabtu, 15 Agustus 2026 11:07 WIB
19 Siswa Sekolah Tumbuh Ikuti Club Coding dan Robotik

Sekolah Tumbuh jalin kerja sama dengan PT Vortex Buana Edumedia lewat Neon Bit dengan peluncuran program Club Coding dan Club Robotik untuk siswa. Dok Neon Bit

Harianjogja.com, BANTUL — Ketertarikan siswa terhadap teknologi digital mendorong SMP dan SMA Sekolah Tumbuh memperluas pembelajaran melalui Club Coding dan Club Robotik. Program tersebut diikuti 19 siswa selama Tahun Ajaran 2026/2027.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Sekolah Tumbuh dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit. Kerja sama tersebut diresmikan di Sekolah Tumbuh, Bantul, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah memperkuat pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa untuk mempraktikkan teknologi melalui proses pembelajaran yang menghasilkan karya.

Berbeda dari pembelajaran teknologi yang hanya mengenalkan perangkat maupun teori, program tersebut mendorong siswa bereksperimen secara langsung. Metode pembelajaran yang digunakan Neon Bit menggabungkan pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning.

Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya belajar memahami cara kerja teknologi. Mereka juga dilatih menggunakan logika, mengenali persoalan, mencari solusi, melakukan eksperimen, hingga menghasilkan karya dari proses pembelajaran.

Peminat Coding dan Robotik Tinggi

Kepala SMA Tumbuh Daya Prisandi Mandala mengatakan program tersebut berawal dari tingginya ketertarikan siswa terhadap bidang coding dan robotik.

Sekolah kemudian berupaya menyediakan ruang belajar yang lebih terarah agar minat tersebut dapat berkembang menjadi keterampilan yang relevan dengan kebutuhan siswa.

“Kami melihat minat siswa terhadap coding dan robotik cukup tinggi, sehingga sekolah ingin menyediakan ruang belajar yang lebih terarah dan relevan. Dari perkiraan awal sekitar 10 siswa, ternyata program ini diikuti kurang lebih 19 siswa dan menjadi ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua. Kami mempercayakan pelaksanaannya kepada Neon Bit karena programnya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah Tumbuh, termasuk menghadirkan coding 3D visual dan robotik dalam satu tahun ajaran,” kata Daya.

Program pembelajaran dibagi menjadi dua kegiatan yang berlangsung selama dua semester. Pada semester pertama, siswa mengikuti Club Coding dengan materi 3D Game Development.

Memasuki semester kedua, pembelajaran dilanjutkan melalui Club Robotik. Masing-masing program terdiri atas 10 sesi dengan durasi 60 menit untuk setiap pertemuan.

Dengan pola tersebut, siswa mendapatkan kesempatan belajar secara bertahap selama satu tahun ajaran. Kegiatan tidak dirancang sebagai pelatihan teknologi sekali pertemuan, tetapi sebagai proses pembelajaran berkelanjutan.

Sesuaikan dengan Pendidikan Inklusif

Pelaksanaan Club Coding dan Club Robotik juga mempertimbangkan karakter Sekolah Tumbuh yang mengedepankan pendidikan inklusif.

Perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa menjadi salah satu pertimbangan dalam kegiatan. Pendekatan pembelajaran dirancang agar siswa dapat mengeksplorasi teknologi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagi Neon Bit, kolaborasi dengan Sekolah Tumbuh menjadi kesempatan untuk menghadirkan pembelajaran teknologi yang adaptif. Pendampingan mentor serta pembelajaran berbasis proyek digunakan untuk membantu siswa mengembangkan ide dan menghasilkan karya.

COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit, Ahmad Syihabuddin Zankie, mengatakan perkembangan kebijakan KKA perlu diikuti dengan praktik pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

“KKA sudah masuk dalam kebijakan nasional, tetapi kebijakan tidak otomatis berubah menjadi pembelajaran. Yang menentukan bukan seberapa cepat sekolah mengadopsi istilahnya, tetapi apakah siswa benar-benar menghasilkan karya di akhir semester. Karena itu, program ini kami rancang dalam 20 sesi sepanjang dua semester, bukan sekadar workshop satu hari. Sekolah Tumbuh mengambil langkah yang saya yakin akan diikuti semakin banyak sekolah dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut sekaligus mendukung penguatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang menjadi bagian dari kebijakan kurikulum nasional 2025. Implementasinya dapat dilakukan melalui berbagai bentuk pembelajaran, termasuk kegiatan ekstrakurikuler koding dan robotika.

Melalui program tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan teknis. Pembelajaran juga diarahkan untuk mengasah kemampuan berpikir komputasional, memecahkan masalah, mengembangkan kreativitas, serta membangun keberanian untuk menciptakan karya dengan memanfaatkan teknologi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online