Kawasan Yudikatif IKN Dikebut, Gedung MA Progres 12,5 Persen
Pembangunan kawasan yudikatif IKN terus dikebut dan ditargetkan rampung 2027, dengan progres Gedung MA 12,5 persen.
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI. /Antara.
Harianjogja.com, PALEMBANG— Khalyana Zahira, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mencatat prestasi bersejarah setelah berhasil menjadi anggota Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2026.
Khalyana dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Nasional oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Ia menjadi salah satu utusan terbaik Sumatera Selatan bersama Muhammad Ikhsan Nugroho dari SMAN 17 Palembang.
Humas Kanwil Kemenag Sumsel Abdul Qudus mengatakan keberhasilan Khalyana menjadi catatan penting bagi MAN 1 Lubuklinggau. Untuk pertama kalinya sejak organisasi Paskibra di madrasah tersebut berdiri, ada siswa yang berhasil menembus tingkat nasional.
"Capaian ini menjadi rekor bersejarah bagi MAN 1 Lubuklinggau. Untuk pertama kalinya sejak organisasi Paskibra di madrasah tersebut berdiri, seorang pelajarnya berhasil menembus panggung tertinggi pengibaran bendera pusaka di Istana Merdeka," katanya di Palembang, Minggu.
Tekuni Baris-Berbaris Sejak SD
Khalyana merupakan kelahiran Lubuklinggau, 2 Agustus 2010. Ia merupakan anak kedua pasangan Napyadi Alex Sandi dan Mery Laduana Fitriana, warga Desa Mandi Aur, Kabupaten Musi Rawas.
Kecintaan Khalyana terhadap seni baris-berbaris telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikannya kemudian terus diasah hingga memasuki jenjang madrasah aliyah.
Perjalanan tersebut mengantarkannya mengikuti seleksi ketat yang dilakukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Khalyana dinyatakan lolos seleksi hingga tingkat nasional sejak 22 Juni 2026.
Orang Tua Dampingi Khalyana di Jakarta
Ibu Khalyana, Mery Laduana Fitriana, mengaku terharu sekaligus bangga atas pencapaian putrinya.
"Alhamdulillah, ini rezeki anak saya bisa lolos hingga tingkat nasional. Rasa bangga, haru, gembira, dan rindu bercampur jadi satu," ujar Mery.
Khalyana telah menjalani karantina pusat di Jakarta sejak 14 Juli 2026. Selama masa tersebut, ia harus menjalani rangkaian persiapan tanpa bertemu keluarganya.
Kini, kedua orang tua Khalyana telah berada di Jakarta untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan langsung putrinya menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
Jadi Inspirasi Siswa Madrasah
Kepala MAN 1 Lubuklinggau Hedi Herdiana menyambut penuh syukur keberhasilan Khalyana. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya.
Ia berharap keberhasilan Khalyana menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah untuk berani mengejar prestasi dan meraih impian hingga tingkat nasional.
Bagi MAN 1 Lubuklinggau, keberhasilan Khalyana menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi di panggung nasional. Perjalanan Khalyana juga menunjukkan bahwa ketekunan mengasah kemampuan sejak dini dapat membuka peluang untuk mengemban tugas penting dalam peringatan kemerdekaan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pembangunan kawasan yudikatif IKN terus dikebut dan ditargetkan rampung 2027, dengan progres Gedung MA 12,5 persen.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
BNPB mencatat 1.514 bencana terjadi hingga 17 Agustus 2026. Sebanyak 3,7 juta warga terdampak dan 24.883 rumah rusak.
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus menjadi fokus bagi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.