Museum Berbenah Lewat Teknologi, Kunjungan Terus Meningkat

Newswire
Newswire Rabu, 19 Agustus 2026 22:07 WIB
Museum Berbenah Lewat Teknologi, Kunjungan Terus Meningkat

Museum Sonobudoyo (IST/Museum Sonobudoyo)

Harianjogja.com, JAKARTA—Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk membuat pengalaman belajar sejarah lebih menarik sekaligus menjangkau generasi muda. Pembaruan dilakukan melalui film dokumenter, animasi, multimedia, virtual reality, hingga ruang imersif.

Perubahan tersebut membuat pengunjung tidak hanya datang untuk melihat koleksi. Teknologi digunakan untuk membantu masyarakat memahami cerita, konteks sejarah, serta rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi keberadaan sebuah koleksi.

Salah satu contohnya terlihat di Museum Naskah Proklamasi. Kisah menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kini tidak hanya disampaikan melalui film dokumenter, tetapi juga animasi dengan pendekatan visual yang lebih kontemporer.

Teknologi Membuat Museum Lebih Interaktif

Transformasi serupa diterapkan di sejumlah museum kepahlawanan. Diorama, multimedia, dan program edukasi interaktif digunakan untuk melengkapi koleksi artefak yang telah dimiliki museum.

Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta Paramita Jaya Yiyok T. Herlambang menilai museum tetap relevan sebagai ruang belajar sejarah selama koleksi yang dimiliki mampu dihidupkan melalui penyampaian yang tepat.

"Museum itu kita melihat dari koleksi dan storytelling-nya."

Menurut Yiyok, kekuatan museum tidak hanya terletak pada benda yang dipamerkan. Koleksi tersebut perlu diterjemahkan menjadi pengetahuan, karakter, serta pemahaman mengenai kebangsaan.

Dia menjelaskan koleksi asli tetap harus menjadi inti museum. Namun, cara menyampaikannya kepada pengunjung perlu diperbarui dengan memanfaatkan multimedia, virtual reality, immersive room, maupun berbagai teknologi interaktif lainnya.

"Museum jangan dipikir sebagai tempat yang mati. Museum harus hidup. Kalau orang dua atau tiga kali datang lalu bosan, berarti ada yang harus diubah," katanya.

Kunjungan Museum dan Cagar Budaya Capai 4,32 Juta

Perubahan pengalaman berkunjung tersebut berlangsung ketika minat terhadap wisata sejarah dan budaya juga meningkat seiring revitalisasi museum di berbagai daerah.

Sepanjang 2025, Kementerian Kebudayaan mencatat 4,32 juta kunjungan ke museum dan cagar budaya.

Museum Nasional menjadi salah satu contoh peningkatan kunjungan setelah menjalani revitalisasi. Museum tersebut menerima sekitar 700.000 pengunjung sepanjang 2025, dengan rata-rata 10.000—12.000 orang setiap akhir pekan dan hari libur.

Angka kunjungan tersebut berjalan seiring dengan upaya pemerintah melakukan pembenahan terhadap museum dan situs cagar budaya di berbagai daerah.

152 Museum dan Situs Cagar Budaya Direvitalisasi

Pada 2025, Kementerian Kebudayaan melakukan revitalisasi terhadap 152 museum dan situs cagar budaya. Program tersebut mencakup penataan kawasan, peningkatan fasilitas, serta penguatan tata kelola.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Namun, kebutuhan pelestarian yang terus bertambah belum selalu diikuti ketersediaan anggaran dan sumber daya manusia yang memadai.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong pola kolaborasi baru melalui skema public-private partnership (PPP) dengan melibatkan sektor swasta.

"Kolaborasi ini menjadi salah satu solusi untuk mempercepat upaya pelestarian di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia," ujar Restu.

Pembenahan melalui teknologi dan revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membuat museum tetap hidup sebagai ruang belajar sejarah, sekaligus memperluas daya tariknya bagi masyarakat dan generasi muda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online