Kebakaran di Ngaglik Sleman Hanguskan 6 Kendaraan, Kerugian Rp1,5 Miliar
Kebakaran di Ngaglik Sleman menghanguskan enam kendaraan dan sejumlah perabotan. Kerugian ditaksir Rp1,5 miliar, pemilik rumah terluka.
Seorang personel SAR sedang berada di lokasi pencarian hari kedua di Manggarai, Minggu (16/8/2026). ANTARA/Ho-Kantor SAR Maumere.\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan voucer makan gratis kepada 47 mahasiswa yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberikan untuk menunjang kebutuhan dasar mahasiswa selama menghadapi situasi darurat.
Voucer makan gratis itu dapat diambil dua kali sehari di UC Hotel yang terletak masih di dalam area kampus.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, mencatat sebanyak 47 mahasiswa UGM terdampak bencana gempa di NTT. Selain memberikan bantuan makanan, universitas juga tengah melakukan asesmen lanjutan untuk memetakan kebutuhan masing-masing mahasiswa.
"Pemberian voucer makan sudah dijalankan mulai tanggal 21 Agustus hingga saat ini," terang Hempri pada Jumat (4/9/2026).
UGM Asesmen Kebutuhan Mahasiswa
Bantuan voucer makan gratis menjadi salah satu bentuk dukungan UGM bagi mahasiswa terdampak bencana selama masa darurat.
Di luar bantuan tersebut, pihak Ditmawa UGM melakukan asesmen lebih lanjut untuk mengetahui bantuan yang dibutuhkan oleh masing-masing mahasiswa.
"Selanjutnya, pihak Ditmawa sedang melaksanakan asesmen lebih lanjut terkait bantuan yang dibutuhkan oleh masing-masing mahasiswa," tuturnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan mahasiswa terdampak bencana NTT secara lebih lanjut.
FK-KMK UGM Kirim Tim Tanggap Bencana
Respons UGM tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang terdampak. Kampus melalui FK-KMK UGM juga telah menerjunkan langsung tim tanggap bencana ke Manggarai untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana NTT.
Tim tersebut memiliki fokus utama membantu penanganan korban luka dan memberikan pelayanan kesehatan.
Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM), Djarot Heru Santoso, menjelaskan universitas akan mengirim tim asesmen kedua untuk membantu persiapan penanganan pasca darurat.
Hasil asesmen nantinya digunakan untuk menentukan lokasi yang akan menjadi tempat relawan dan KKN Peduli Bencana. Program tersebut diperkirakan akan berangkat pada September ini.
"Sejauh ini, sudah ada 15 kandidat mahasiswa yang dinyatakan siap secara fisik dan mental untuk diterjunkan," kata Djarot.
UGM Koordinasi dengan Kagama NTT
Selain menerjunkan tim, universitas juga berkoordinasi dengan teman-teman Pengda Kagama NTT.
Koordinasi tersebut secara khusus dilakukan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Flores.
"Koordinasi ini sudah dilakukan untuk penyaluran bencana darurat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Ngaglik Sleman menghanguskan enam kendaraan dan sejumlah perabotan. Kerugian ditaksir Rp1,5 miliar, pemilik rumah terluka.
Lebih dari 1.000 cagar budaya telah ditetapkan di DIY. Perawatan bangunan milik masyarakat masih menghadapi kendala biaya dan kewenangan.
Menteri PU memastikan jalan dan jembatan nasional pascagempa NTT telah kembali fungsional. Infrastruktur bangunan dan air turut diverifikasi.
Rusal akan berinvestasi besar di Indonesia. Raksasa aluminium Rusia ini ternyata pernah menggandeng Antam untuk proyek smelter.
DPRD DIY meminta kredit macet UMKM terdampak bencana dipetakan agar penanganan debitur bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah dalam momentum Hapelnas 2026