Mentan Amran Siapkan Rp600 Miliar untuk Benih Jagung Pakan
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dinilai perlu ditempatkan dalam kerangka yang tetap menempatkan martabat manusia sebagai pijakan utama.
Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana mengatakan kemajuan teknologi tidak cukup hanya diikuti kemampuan menggunakan AI. Perkembangan tersebut juga harus berjalan bersama kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan secara bijaksana.
“Dampak teknologi harus kembali kepada satu pusat: martabat manusia. AI harus membuat kita lebih mampu, bukan lebih tergantung. Media harus membuat lebih tercerahkan, bukan lebih mudah dimanipulasi,” kata Yuda dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Yuda, AI tidak dapat dilihat hanya sebagai simbol kemajuan teknologi. Kehadirannya turut membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari cara memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, bekerja, hingga menentukan pilihan.
AI Mulai Memengaruhi Cara Manusia Bekerja
Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni Unika Atma Jaya Prof. Rosdiana Sijabat mengatakan posisi AI kini telah berkembang dari sekadar alat bantu.
Menurut dia, AI mulai menjadi bagian dari logika sosial yang ikut membentuk cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan informasi.
Perubahan tersebut, lanjut Rosdiana, berlangsung melalui sejumlah proses, yakni datafikasi, kurasi algoritmik, produksi generatif, serta adaptasi institusi terhadap logika platform.
Dalam kondisi tersebut, AI bukan hanya berfungsi untuk memproses informasi. Teknologi tersebut juga dapat memengaruhi informasi yang dilihat pengguna, membentuk preferensi, hingga memengaruhi pilihan dan keputusan.
“Mediasi berarti AI membantu kita bekerja. Mediatisasi berarti kita mulai bekerja menurut logika AI,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perubahan posisi AI dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi yang semula digunakan untuk membantu pekerjaan dapat berkembang menjadi sistem yang turut menentukan bagaimana pekerjaan dan interaksi dengan informasi berlangsung.
Perguruan Tinggi Punya Tanggung Jawab Etis
Sementara itu, Ketua Dewan Profesor Unika Atma Jaya Prof. Laura F. N. Sudarnoto menilai perkembangan AI perlu menjadi ruang refleksi bersama, khususnya bagi perguruan tinggi.
Menurut Laura, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang mampu mengoperasikan atau memanfaatkan teknologi. Institusi pendidikan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang mampu menggunakan pengetahuan dan teknologi secara kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab.
“AI bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga dipertimbangkan dampaknya pada kehidupan manusia, komunikasi, etika, masyarakat, bahkan kemanusiaan,” ujarnya.
Pandangan tersebut menempatkan perkembangan AI tidak semata sebagai persoalan kemampuan teknologi. Perguruan tinggi juga dituntut mempertimbangkan bagaimana teknologi digunakan serta dampaknya terhadap manusia dan kehidupan sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.