64 Tim Adu Irit di KMHE 2026, Cuaca Panas Jadi Tantangan

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 20:17 WIB
64 Tim Adu Irit di KMHE 2026, Cuaca Panas Jadi Tantangan

Cuaca panas menjadi tantangan 64 tim KMHE 2026 di Unej karena memengaruhi performa mesin, kelistrikan, ban, hingga baterai kendaraan. /Antara.

Harianjogja.com, JEMBER—Cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi 64 peserta Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang berlaga di sirkuit lintasan Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, Minggu.

Kondisi terik tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam mengendalikan kendaraan, tetapi juga dapat memengaruhi performa mesin dan sistem kelistrikan. Karena itu, peserta dituntut mengantisipasi berbagai kendala teknis selama perlombaan.

Dosen Pembimbing Tim Horas dari Universitas Sumatera Utara (USU) mengatakan suhu panas menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan peserta selama mengikuti kompetisi.

"Cuaca yang panas bisa mempengaruhi pada performa mesin dan sistem kelistrikan, sehingga hal itu harus diantisipasi dan menjadi tantangan bagi peserta," kata Dosen Pembimbing Tim Horas dari Universitas Sumatera Utara (USU) saat ditemui di Kampus Unej.

Suhu tinggi di lintasan dapat memengaruhi temperatur mesin dan efisiensi bahan bakar, baik bensin maupun etanol. Pada kendaraan kelas motor listrik, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi keandalan baterai.

Ban Tim Horas Sempat Bermasalah

Dampak cuaca panas bahkan dirasakan langsung oleh Tim Horas dari USU. Mobil yang mereka gunakan sempat mengalami gangguan pada ban sehingga harus diperbaiki agar dapat kembali melanjutkan perlombaan.

Perbaikan dilakukan supaya kendaraan dapat menyelesaikan putaran hingga mencapai garis finish.

"Kalau tahun lalu KMHE di Unej sempat diguyur hujan, tahun ini cukup terik. Namun para peserta harus cepat tanggap untuk memperbaiki, apabila ada kendala saat mobil mengalami gangguan di cuaca panas," tuturnya.

Selain cuaca, peserta juga terbantu dengan kondisi lintasan yang tidak berubah dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Lintasan KMHE 2026 di Unej disebut sama persis dengan lintasan yang digunakan pada 2025.

Kondisi tersebut membuat peserta memiliki pengalaman sebelumnya untuk menguasai track yang digunakan dalam perlombaan.

"Tidak ada kendala dalam lintasan sirkuit di Unej. Mudah-mudahan tim Horas mampu meraih juara dalam KMHE 2026 baik kategori urban maupun prototype karena kami ikut kedua kategori," katanya.

Pengalaman Tahun Lalu Jadi Bekal

Hal serupa dirasakan Tim Antawirya Rondhan EV dari Universitas Diponegoro. Khairul mengatakan pengalaman mengikuti kompetisi tahun sebelumnya membantu tim mempersiapkan kendaraan untuk KMHE 2026.

“Untuk tahun ini persiapannya lebih mudah karena kami sudah memiliki gambaran dari tahun kemarin dan mobil kami juga sudah pernah mencoba di sirkuit itu," ujarnya.

Menurut dia, pemahaman terhadap karakter lintasan membantu tim menentukan penyetelan kendaraan sekaligus menyusun strategi perlombaan.

Namun, persiapan kendaraan tetap membutuhkan konsentrasi dan kekompakan seluruh anggota tim. Tantangan tersebut semakin terasa ketika peserta harus bekerja di tengah kondisi cuaca panas di Kampus Unej.

Sebanyak 64 tim dari 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mengikuti KMHE 2026. Mereka beradu inovasi otomotif untuk memperebutkan gelar juara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online