Unisa Fest 2026 Usung Konsep Eko-Green, Tiket Masuk Pengunjung Pakai Botol Plastik

Sunartono
Sunartono Selasa, 06 Oktober 2026 12:52 WIB
Unisa Fest 2026 Usung Konsep Eko-Green, Tiket Masuk Pengunjung Pakai Botol Plastik

Kepala Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta, Sinta Maharani. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kembali menggelar Unisa Fest dengan membawa konsep ramah lingkungan atau eko-green. Tahun ini, kepedulian terhadap lingkungan dipadukan dengan misi sosial melalui pengelolaan sampah botol plastik untuk mendukung beasiswa mahasiswa kurang mampu.

Kepala Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta, Sinta Maharani, mengatakan kampus telah menyiapkan 1.500 tiket untuk kegiatan fun walk. Menjelang pelaksanaan, sebanyak 1.300 tiket telah terjual.

Kampus menargetkan sekitar 1.000 peserta hadir di lokasi perhelatan setiap harinya. Tiket fun walk dijual dengan harga Rp10.000 dan seluruh hasil penjualannya akan didonasikan untuk pengembangan UMKM disabilitas Muhammadiyah.

"Target awal kami 1.000 orang per hari, tetapi kupon yang sudah terjual saat ini sudah mencapai 1.300 lembar. Tiket fun walk ini dibanderol seharga Rp10.000 dan seluruh hasil penjualannya akan didonasikan untuk pengembangan UMKM disabilitas Muhammadiyah," ujar Sinta, Selasa (6/10/2025).

Sampah Botol Plastik Jadi Bagian Tiket Masuk

Konsep eko-green juga diterapkan melalui mekanisme tiket masuk gratis bagi pengunjung. Mereka cukup membawa dan mendonasikan botol plastik bekas di lokasi acara.

Program tersebut sekaligus melanjutkan pengelolaan sampah yang telah dijalankan Unisa Yogyakarta selama tiga tahun terakhir. Kampus melakukan pemilahan serta pengolahan sampah organik dan non-organik melalui kelompok mahasiswa Sampah Sadar Edukasi.

Sinta mengatakan aktivitas sekitar 7.000 mahasiswa Unisa setiap hari menghasilkan volume sampah yang cukup besar. Sampah botol plastik kemudian dipilah dan dikelola kembali oleh mahasiswa.

"Di Unisa sendiri ada sekitar 7.000 mahasiswa. Setiap harinya, aktivitas akademika menghasilkan volume sampah yang lumayan besar. Oleh karena itu, melalui wadah Saseda, sampah botol plastik kita milah dan kelola ulang. Hasil pengelolaan tersebut dialokasikan menjadi beasiswa bagi mahasiswa kami yang membutuhkan. Mumpung ada event besar yang biasanya menghasilkan banyak sampah plastik, sekalian kita manfaatkan," paparnya.

Dengan konsep tersebut, Unisa Fest tidak hanya menjadi kegiatan tahunan kampus, tetapi juga menjadi ruang untuk mengajak pengunjung terlibat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Fun Walk Susuri Kampung Santri

Selain konsep pengelolaan sampah, Unisa Fest menghadirkan fun walk bertema Melampah Sesarengan Niti Cagar Budaya Kampung Santri.

Rute fun walk dimulai dari kampus Unisa Yogyakarta menuju utara hingga depan Masjid Pathok Nagari Mlangi. Peserta kemudian melewati SD Muhammadiyah Mlangi, pertigaan SMP Ma'arif, kawasan belakang Unisa, pertigaan Cambahan, sebelum kembali ke lingkungan kampus.

Sinta mengatakan rute tersebut dipilih untuk mengajak peserta mengenal cagar budaya sekaligus potensi kawasan kampung santri yang berada di sekitar kampus.

"Lewat rute ini kami ingin mengajak peserta menyusuri cagar budaya dan potensi kawasan kampung santri di sekitar kampus. Selain itu, ada juga Pasar Rakyat yang khusus menyajikan kuliner serta makanan tradisional," pungkasnya.

Ada Hadiah Kambing hingga Smartwatch

Antusiasme peserta fun walk juga diperkuat dengan beragam hadiah yang disiapkan panitia. Hadiah utama berupa hewan ternak kambing, sedangkan hadiah lainnya antara lain sepeda listrik, kulkas, mesin cuci, TV, peralatan rumah tangga, hingga smartwatch.

Rangkaian Unisa Fest dijadwalkan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB. Khusus agenda fun walk, kegiatan dimulai lebih awal pada pukul 07.00 WIB.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online