UMY, UMS, dan UNDIP Luncurkan SIGUMI untuk Mitigasi Bencana di Kawasan Wisata

Media Digital
Media Digital Senin, 12 Oktober 2026 14:22 WIB
UMY, UMS, dan UNDIP Luncurkan SIGUMI untuk Mitigasi Bencana di Kawasan Wisata

UMY, UMS, UNDIP, dan MDMC meluncurkan SIGUMI di Karangasem untuk memperkuat komunikasi risiko bencana di kawasan wisata rawan bencana. /Istimewa.

Harianjogja.com, KARANGASEM—Kolaborasi tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP), menghadirkan aplikasi SIGUMI untuk memperkuat komunikasi risiko bencana di kawasan wisata. Aplikasi tersebut diluncurkan dalam kegiatan diseminasi hasil penelitian RISPRO Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Wantilan Sabha Prakerti, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (12/10/2026).

Pengembangan SIGUMI menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Mitigasi Komunikasi Bencana Inklusif melalui Aplikasi SIGUMI dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Objek dengan Daya Tarik Wisata (ODTW) di Indonesia”. Penelitian ini berfokus pada kawasan wisata gunung berapi, yakni Gunung Merapi di Jogja, Gunung Agung di Bali, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2026 tersebut tidak hanya mencakup peluncuran aplikasi, tetapi juga uji coba penggunaan teknologi dan edukasi mitigasi bencana. Akademisi, pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya turut dilibatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan di kawasan wisata rawan bencana.

SIGUMI Jembatani Riset dan Kebutuhan Mitigasi

Ketua Tim Peneliti RISPRO, Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos., M.Si., Ph.D. dari UMY, mengatakan penelitian tersebut merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam menjawab persoalan komunikasi kebencanaan di daerah, terutama kawasan wisata yang memiliki risiko bencana.

Menurutnya, komunikasi bencana perlu dikembangkan agar lebih efektif, inklusif, dan melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, serta media.

“Penelitian ini merupakan wujud konkret kontribusi akademisi dalam membantu menyelesaikan persoalan kebencanaan, khususnya di kawasan wisata rawan bencana. Salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah belum optimalnya komunikasi bencana yang efektif, inklusif, dan melibatkan seluruh unsur pentahelix. Melalui pengembangan aplikasi SIGUMI dan kolaborasi lintas perguruan tinggi serta mitra pengabdian, kami berupaya menghadirkan inovasi komunikasi bencana inklusif yang dapat mendukung kebutuhan komunikasi risiko bencana di Kabupaten Karangasem,” ujar Adhianty.

Ia menambahkan, masyarakat dan pengelola kawasan wisata perlu menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan. Dengan begitu, teknologi dapat membantu menghubungkan penyedia informasi, pengambil kebijakan, dan masyarakat yang membutuhkan informasi kebencanaan.

Aplikasi SIGUMI Diuji Coba di Karangasem

Peluncuran SIGUMI menjadi salah satu agenda utama dalam diseminasi hasil penelitian. Aplikasi tersebut diperkenalkan sebagai sarana pendukung komunikasi risiko bencana di kawasan wisata rawan bencana.

Sesi pengenalan dan praktik penggunaan aplikasi dipandu Kurniawan Teguh Martono, S.T., M.T. dari UNDIP selaku perancang SIGUMI, bersama tim peneliti RISPRO. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai aplikasi sekaligus kesempatan untuk mengikuti uji coba penggunaannya.

Pemanfaatan SIGUMI diharapkan dapat membantu membangun komunikasi risiko bencana yang lebih terstruktur. Namun, penerapannya secara berkelanjutan memerlukan dukungan kelembagaan, pengelolaan informasi yang tepat, koordinasi antarinstansi, serta penyesuaian dengan kebutuhan dan mekanisme penanggulangan bencana di daerah.

Kolaborasi penelitian ini melibatkan Adhianty Nurjanah dari UMY, Riski Apriliani dari UMS, dan Kurniawan Teguh Martono dari UNDIP. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), melalui Budi Setiawan, turut menjadi mitra pengabdian dalam kegiatan tersebut.

Pemkab dan BPBD Karangasem Dukung Pemanfaatan SIGUMI

Pemerintah Kabupaten Karangasem menyampaikan apresiasi terhadap penelitian RISPRO dan pengembangan aplikasi SIGUMI. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Karangasem yang diwakili Sekretaris Daerah.

Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting untuk mendorong pemanfaatan hasil penelitian dalam penanganan risiko bencana. Dalam rancangan kutipan yang disiapkan untuk disesuaikan dengan pidato Bupati, pemerintah daerah menyatakan harapan agar kolaborasi perguruan tinggi dan pemangku kepentingan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, terutama di kawasan Gunung Agung dan destinasi wisata Karangasem.

Dukungan juga disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, I Made Aditya Sugiharta. Ia mengapresiasi kontribusi tim peneliti dalam menghadirkan inovasi yang diharapkan membantu komunikasi kebencanaan di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim peneliti RISPRO atas kontribusi dan inovasi yang dihadirkan melalui aplikasi SIGUMI. BPBD Kabupaten Karangasem mendukung upaya pemanfaatan aplikasi ini agar dapat memberikan manfaat nyata dalam memperkuat komunikasi kebencanaan dan mengurangi risiko bencana, khususnya di kawasan Gunung Agung, Karangasem, Bali. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga SIGUMI dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan mendukung kesiapsiagaan masyarakat,” ujar I Made Aditya Sugiharta.

Dukungan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan koordinasi antara tim peneliti, pemerintah daerah, dan BPBD untuk menindaklanjuti pemanfaatan aplikasi sesuai kebutuhan lapangan serta mekanisme penanggulangan bencana yang berlaku.

MDMC Berikan Edukasi Mitigasi Bencana

Selain mengenalkan teknologi, kegiatan tersebut menghadirkan edukasi mitigasi bencana yang disampaikan Budi Setiawan dari MDMC. Materi mencakup pemahaman risiko, kesiapsiagaan, dan langkah mitigasi di kawasan wisata yang memiliki potensi ancaman bencana.

Budi menilai edukasi kebencanaan penting karena kawasan wisata tidak hanya dikunjungi masyarakat setempat, tetapi juga wisatawan yang belum tentu memahami potensi bahaya di lokasi yang mereka kunjungi.

“Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana, MDMC turut berkontribusi melalui edukasi kebencanaan, khususnya bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan di kawasan wisata rawan bencana. Edukasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai potensi risiko, langkah mitigasi, serta tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi situasi darurat. Kawasan wisata tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang belum tentu memahami kondisi dan potensi ancaman bencana di lokasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan komunikasi risiko yang baik agar keselamatan masyarakat maupun wisatawan dapat lebih terlindungi,” ujar Budi.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Pemerintah Kabupaten Karangasem, BPBD, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, TNI-Polri, Basarnas, PMI, MDMC, Forum Pengurangan Risiko Bencana, dan Pasebaya.

Pelibatan berbagai pihak tersebut sejalan dengan pendekatan pentahelix yang menghubungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam penyampaian informasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.

Mitigasi Bencana untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Penelitian RISPRO LPDP ini diarahkan untuk memperkuat komunikasi bencana yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan wisata gunung berapi. Selain Gunung Agung di Bali, penelitian juga mencakup kawasan Gunung Merapi di Jogja dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Melalui diseminasi hasil penelitian, peluncuran SIGUMI, dan edukasi mitigasi bencana, tim peneliti berharap hasil riset dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan pengelola destinasi wisata.

Kolaborasi UMY, UMS, UNDIP, dan MDMC sekaligus menegaskan pentingnya menghubungkan penelitian akademik, pengembangan teknologi, edukasi masyarakat, dan dukungan pemerintah daerah untuk mendorong kawasan wisata yang lebih siap menghadapi risiko bencana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online