Erik ten Hag Bongkar Masalah Ronaldo Saat di Manchester United
Erik ten Hag mengungkap alasan Cristiano Ronaldo kesulitan di MU pada 2022/2023. Ia menyoroti kebugaran dan persiapan sang megabintang.
Ilustrasi anak-anak berangkat ke sekolah/Dibuat menggunakan AI
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai instrumen untuk mengukur capaian pembelajaran siswa menggunakan standar nasional. Melalui tes ini, pemerintah ingin memperoleh gambaran kemampuan akademik peserta didik secara lebih objektif, terlepas dari perbedaan standar penilaian di setiap sekolah.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, mengatakan TKA dirancang agar capaian pembelajaran siswa dapat diukur menggunakan tolok ukur yang sama di seluruh Indonesia.
“Kurikulumnya sama dari Sabang sampai Merauke, target pembelajarannya juga seragam. Nah, lewat TKA ini kita mau lihat, seberapa jauh hasilnya? Dulu memang ada pengukuran, tapi sifatnya subjektif karena standarnya beda-beda tergantung sekolah atau guru yang mengajar,” ujar Rahmawati di Jakarta, Rabu.
Menurut Rahmawati, TKA memberikan gambaran capaian belajar yang bisa dibandingkan berdasarkan standar nasional. Hal ini berbeda dari penilaian yang selama ini dapat bergantung pada tolok ukur masing-masing sekolah atau guru.
Sertifikat TKA Bisa Menjadi Dokumen Pendukung
Selain mengukur kemampuan akademik, sertifikat hasil TKA dapat dimanfaatkan siswa sebagai dokumen pendukung untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun menghadapi persaingan di dunia kerja.
Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan sistem berbasis komputer. Variasi soal disiapkan untuk mengukur pemahaman siswa, kemampuan mengolah informasi, serta kecakapan menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari.
"Belajar itu levelnya harus sampai paham, bisa mempraktikkannya, dan mampu bernalar. Pola pikir itulah yang ingin kami bawa lewat TKA ini," kata Rahmawati.
Sesuai jadwal, pelaksanaan TKA berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Setelah itu, ujian susulan dijadwalkan pada 16 hingga 29 November 2026.
Sebelum memasuki gladi bersih, satuan pendidikan telah mengikuti simulasi yang berlangsung pada 21 sampai 27 September.
Sekolah Diminta Memastikan Kesiapan Teknis
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar, I Wayan Mawa, mengatakan gladi bersih dirancang sedekat mungkin dengan kondisi ujian sebenarnya.
Ia mengingatkan sekolah untuk memperhatikan ketahanan jaringan internet ketika digunakan secara bersamaan oleh ratusan siswa. Petugas di lapangan juga mendapat pelatihan agar memahami alur pengawasan selama ujian berlangsung.
“Salah satu tujuan gladi bersih ialah menemukan kendala sehingga saat pelaksanaan dapat diminimalisir. Diharapkan satuan pendidikan dan siswa memanfaatkan pelaksanaan gladi bersih tersebut sehingga dalam pelaksanaan utama nanti sudah siap secara teknis dan mental bagi siswa,” katanya.
Gladi bersih menjadi kesempatan bagi satuan pendidikan untuk mengidentifikasi potensi kendala sebelum pelaksanaan utama. Kesiapan teknis dan mental siswa juga menjadi perhatian agar ujian dapat berjalan sesuai rencana.
Ketahanan Membaca Menjadi Tantangan Siswa
Di sisi lain, Kepala SMA Negeri 56 Jakarta, Dewi Retno Lestari, menilai tantangan TKA tidak hanya terletak pada penguasaan materi. Siswa juga perlu memiliki ketahanan membaca karena soal dapat menyajikan stimulus yang harus dipahami sebelum mereka menentukan jawaban.
"Karena dari soal TKA itu, anak itu harus tahan dulu membaca stimulusnya. Nah, ketika siswa sudah memiliki ketahanan membaca, maka dari situ dia bisa langsung menarik informasi, dia bisa mengekstrak,” katanya.
Dewi turut menyoroti pentingnya menjaga kondisi psikologis siswa agar tidak menganggap TKA sebagai ancaman. Untuk mendukung kesiapan tersebut, sekolah rutin mengadakan pendampingan khusus setiap Jumat.
Dalam forum mingguan itu, siswa mulai diperkenalkan dengan model soal multiple choice multiple answer. Pada tipe soal tersebut, peserta dapat memilih lebih dari satu jawaban yang benar.
Persiapan akademik, kemampuan memahami bacaan, kesiapan teknis, dan kondisi mental menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan menjelang pelaksanaan TKA 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Erik ten Hag mengungkap alasan Cristiano Ronaldo kesulitan di MU pada 2022/2023. Ia menyoroti kebugaran dan persiapan sang megabintang.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (21/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sebanyak 36% bendungan di Jawa mengalami defisit air akibat El Nino. Kementerian PU menyiapkan modifikasi cuaca dan pola operasi waduk.
Pakar UMY Filosa Gita Sukmono menjelaskan tantangan komunikasi Prabowo-Gibran dan pentingnya keselarasan kebijakan dengan pengalaman masyarakat.
Harga BBM 21 Oktober 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Simak daftar lengkap harga bensin dan diesel per liter.
DPRD Jogja menargetkan Raperda P4GN rampung awal November untuk memperkuat peran pemuda, mengawasi obat keras, dan mencegah narkoba.