ISI Jogja Gelar JMMK, Bahas Masa Depan Seni di Era AI

Yosef Leon
Yosef Leon Sabtu, 24 Oktober 2026 13:17 WIB
ISI Jogja Gelar JMMK, Bahas Masa Depan Seni di Era AI

Sejumlah karya bertema AI yang dipamerkan dalam ajang JMMK #18 di Pendhapa Art Space (PAS) pada 23-29 Oktober 2026. /Haria Jogja-Yosef Leon.

Harianjogja.com, BANTUL—Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi sorotan dalam Pameran dan Penayangan Karya Seni Media Rekam Jalan Menuju Media Kreatif (JMMK) #18 di Pendhapa Art Space (PAS), Bantul. Sebanyak 161 karya seni dari seniman dan akademisi 12 negara dipamerkan selama 23-29 Oktober 2026.

Pameran yang diselenggarakan Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (FSMR ISI) Jogja tersebut menjadi bagian dari peringatan ulang tahun ke-33 FSMR. Gelaran ini mengajak para seniman meninjau kembali cara mereka berkarya dan memaknai seni di tengah perubahan yang dibawa teknologi.

Ketua Panitia JMMK #18, Raynald Alfian Yudisetyanto, mengatakan tema tahun ini berangkat dari kebutuhan untuk menafsirkan, mendefinisikan, dan menerapkan kembali seni setelah perkembangan AI mengubah lanskap kreativitas.

Menurutnya, kemajuan teknologi membawa tantangan sekaligus peluang bagi dunia seni. Kondisi tersebut membuat seniman dan akademisi perlu memikirkan kembali posisi seni, baik sebagai medium ekspresi maupun sebagai bagian dari kehidupan manusia.

“Setelah adanya disrupsi teknologi, yaitu AI, kami perlu mendefinisikan ulang, menginterpretasikan ulang, dan mengaplikasikan ulang seni yang ada di dunia ini,” kata Raynald, Sabtu (24/10/2026).

Tampilkan Beragam Karya Seni Media Rekam

Sebanyak 161 karya yang ditampilkan dalam JMMK #18 meliputi fotografi, animasi, film dokumenter, film fiksi, hingga karya interaktif. Para peserta berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, serta mitra dari dalam dan luar negeri.

Raynald menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan edisi sebelumnya. Selain menyoroti perkembangan AI dalam dunia seni, JMMK #18 juga menandai kembalinya kegiatan tersebut ke ruang di luar kampus.

“Ini merupakan pertama kali kami mengadakan di luar kampus. Kami berharap pameran ini lebih berdampak pada masyarakat,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraannya, panitia melibatkan kurator dari Project 11, Melbourne, Australia, untuk menjaga kualitas dan arah penyajian karya. Proses kurasi tersebut turut didukung ko-kurator dari masing-masing program studi di FSMR ISI Jogja.

Rektor ISI Jogja Tekankan Manfaat bagi Masyarakat

Rektor ISI Jogja, Prof. Irwandi, mengatakan JMMK #18 menjadi bagian dari upaya memperkuat kreativitas dan perkembangan seni media rekam. Keterlibatan peserta dari berbagai negara dinilai memperkaya khazanah seni sekaligus memperkuat posisi kegiatan tersebut sebagai ajang berskala internasional.

Meski demikian, Irwandi mengingatkan bahwa upaya memperluas jangkauan internasional kampus perlu berjalan beriringan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, kegiatan seni yang dikembangkan perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berorientasi pada pengakuan internasional. Program yang diselenggarakan kampus juga perlu memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

"Ini sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Tinggi agar perguruan tinggi mampu menghadirkan dampak nyata melalui kegiatan akademik dan kreativitas," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online