Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 21 Oktober, Tarif Rp12.000
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Guru dan siswa menampilkan pementasan dalam festival sekolah menyenangkan di TBY, Kamis (2/2/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 800 orang guru hingga sukarelawan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Festival Sekolah Menyenangkan di Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis (2/2/2023). Para guru menampilkan pementasan kisah seru dan haru dalam melakukan perubahan mengajar di kelas. Mereka sepakat untuk menjadikan pengajaran lebih memanusiakan manusia.
Dita seorang guru asal Bantul dan Martini dari Tangerang. Keduanya merupakan anggota Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Tampil dengan puisi yang berisi tentang guru di masa lalu yang seolah tidak memberikan ruang kebebasan bagi siswa.
“Baginya haram menyampaikan pendapat, mulut harus tertutup rapat. Satu dua tiga, tangan di atas meja dengan sikap sempurna, begitulah guru di masa lalu,” katanya saat membacakan puisi dalam festival itu.
BACA JUGA : Peringati Hari Guru, BBGP DIY Gelar Pameran Inovasi Guru
Selain itu ada guru asal Tangerang Selatan bernama Frida Tesalonik yang juga membacakan kisanya saat menjadi seorang guru yang killer. Akan tetapi setelah bertemu dengan komunitas GSM, ia dapat berubah dan tidak lagi menakutkan di hadapan siswa.
“Dahulu ketika saya melangkahkan kaki menuju kelas, para siswa berlarian masuk ke kelas dan saat saya sampai kelas, mereka menyambutnya dengan muram,” ucapnya.
Pementasan itu juga menunjukkan sejumlah pertunjukan seru untuk menggambarkan pentingnya sekolah menyenangkan sehingga siswa tidak bosan. Festival ini sengaja membingkai komunitas yang sebagian besar merupakan pendidik sebagai pemeran utama. Hal ini sejalan dengan upaya merayakan perubahan dan merefleksikan perjalanan perubahan yang dilakukan di komunitas. Tujuan lainnya adalah untuk menyatukan kembali spirit dari para penyimpang positif dan pengurus komunitas yang di dalam prosesnya kembali menemukan cinta, jiwa, dan kreativitas seperti pemaknaan meraki itu sendiri.
Menampilkan perwakilan dari 11 komunitas daerah, guru, kepala sekolah dan kepala dinas yang turut hadir untuk memaparkan meraki yang ditemukan di komunitas GSM. Peserta yang datang sekitar 800 orang dari seluruh stakeholder pendidikan dan para murid yang berasal dari 15 daerah di Indonesia dari Medan, Sumatra hingga Supiori, Papua. Tidak sedikit guru-guru yang menemukan meraki dengan berkomunitas. Komunitas GSM dapat menjadi alat untuk para guru agar terus menguatkan satu sama lain.
“Setelah saya bertemu GSM dan berdinamika di GSM, saya kembali menemukan gairah cinta untuk mengajar anak-anak dengan sepenuh hati. Karena saya merasa diterima di GSM dengan penuh cinta, dan rasa itu yang ingin saya tebarkan ke anak-anak saya,” ucap Elisabeth Dimara, seorang guru SD di Supiori, Papua.
BACA JUGA : Guru di Jogja Diminta Ajarkan soal Moderasi Beragama
Pendiri GSM Muhammad Nur Rizal mengatakan pementasan lewat festival itu bertujuan agar untuk publik agar publik menyadari pentingnya melakukan perubahan pendidikan yang lebih memanusiakan. Selain itumenguatkan kesadaran diri sebagai manusia untuk mengantisipasi perubahan dunia masa depan yang tidak menentu dan penuh disrupsi oleh teknologi.
Masa depan yang dihantui oleh persoalan mental, polarisasi di masyarakat, industri serta dunia kerja yang berubah drastis, dan perubahan iklim beserta cuaca yang berpotensi merusak lanet, perlu didekati oleh manusia yang sadar akan dirinya dan lingkungannya.
“Maka dari itu, meraki sangat diperlukan, dan di situlah Festival Sekolah Menyenangkan dan Simposium diselenggarakan untuk merayakannya di GSM,” kata Dosen UGM ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
Magelang dan DIY menggelar Sarasehan Muhibah Budaya 2026 untuk memperkuat edukasi sejarah Mataram dan pelestarian cagar budaya.
Polda Kalteng menyita dokumen dua perusahaan tersangka karhutla di Kapuas dan Lamandau. Total lahan terbakar mencapai 1.251 hektare.
PAD Bantul mencapai Rp611,43 miliar atau 80,95% per 20 Oktober 2026. Pemkab mengandalkan program penghapusan denda PBB-P2.
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.