Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi membaca buku/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tidak dimungkiri jika perkembangan teknologi digital dewasa ini berjalan begitu pesat dan masif. Kondisi ini membawa pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya budaya membaca buku yang mengalami perubahan besar di era digital.
Namun Psikolog UGM, Prof. Drs. Koentjoro, M.BSc., Ph.D., Psikolog., dalam rilis yang diterima Harianjogja.com menegaskan bahwa sumber pembelajaran bukan hanya dari buku tetapi dari sumber-sumber dan cara-cara yang lainnya.
Menurutnya saat ini memang terlihat adanya kecenderungan penurunan minat membaca, terutama membaca buku pada generasi muda. Keberadaan media sosial yang menawarkan beragam konten yang dikemas menarik secara audio dan visual serta up to date menjadikan lebih banyak digemari sebagai media pencarian informasi dibandingkan buku cetak.
“Digitalisasi ini sebenarnya bisa kita sikapi untuk back to nature yaitu kembali ke tradisi budaya tutur. Membaca memang buka kultur masyarakat kita, tetapi budaya tutur. Secara sistem dan di keluarga diajari kembali untuk merenung dan titen (hasil berulang-ulang memepelajari tanda-tanda alam),” paparnya belum lama ini.
Baca juga: Profil Lengkap Puteri Indonesia 2023 Farhana Riswari, Punya Gelar Dokter
Koentjoro mengingatkan bahwa buku bukanlah sebagai alat utama pembelajaran masyarakat. Namun, buku menjadi salah satu referensi dalam pencarian informasi maupun memahami persoalan.
“Melalui peringatan Hari Buku Nasional jadi momentum mengembalikan pemikiran bahwa sumber belajar bukan hanya buku. Buku-buku tersebut hanyalah referensi bukan yang utama,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa membaca tulisan maupun buku menghasilkan manusia yang cerdas dan menjadikan berpikr secara rasional. Namun ia mengingatkan bahwa buku bukanlah alat utama pembelajaran.
Meskipun buku memberikan beragam informasi namun tidak mengajarkan untuk berpikir kritis karena tidak terjadi dialog didalamnya untuk menjawab berbagai keingintahuan pembacanya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.