Mulai Hari Ini, Beli Kartu SIM Wajib Scan Wajah, Ini Manfaatnya
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Ilustrasi Buku/Reuters
Harianjogja.com, SURAKARTA-Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Chatarina Muliana meminta peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) tidak tergiur oleh iming-iming lolos seleksi dengan mengeluarkan sejumlah uang.
"UTBK SNBT dilaksanakan dengan akuntabel dan transparan. Jangan percaya kalau ada yang mengiming-imingi dengan membayar sejumlah uang lalu diterima," katanya di sela melakukan monitoring pelaksanaan UTBK pada hari pertama di kampus UNS Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Ia berharap seluruh peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tidak percaya dengan tawaran tersebut dan melakukan proses sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
Untuk mengantisipasi perjokian, dikatakannya, panitia UTBK di UNS memastikan peserta yang mengikuti UTBK sesuai dengan foto kartu peserta.
"Sebelum masuk, peserta kami periksa dengan metal detector dan kami pastikan kesesuaian foto pada kartu peserta dengan kartu identitas maupun wajah peserta. Kami akan menindak tegas jika ketahuan ada perjokian dalam pelaksanaan UTBK ini," katanya.
Ia memastikan ruang ujian yang disediakan oleh panitia sudah sangat memadai. Dengan demikian, peserta dapat nyaman ketika mengerjakan soal-soal UTBK. "Panitia juga sudah menyiapkan komputer cadangan di setiap ruang ujian," katanya.
Menurut dia, UNS juga memberikan perhatian khusus terhadap para peserta berkebutuhan khusus dengan menyediakan fasilitas ujian yang ramah dengan kondisi mereka. Pihaknya mencatat ada lima orang peserta tuna netra yang terdaftar di Pusat UTBK UNS.
Sesuai jadwal, dikatakannya, mereka akan mengikuti ujian pada Kamis (2/5) di sesi tiga, yakni pukul 06:45 WIB di UPT TIK - Laboratorium Komputer 2 UNS.
Ketua Pusat UTBK UNS sekaligus Pelaksana Tugas Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS Prof Ahmad Yunus mengatakan secara keseluruhan ada sebanyak 29.786 peserta mengikuti UTBK di kampus UNS. Ia mengatakan saat ini UNS menyelenggarakan UTBK di 14 lokasi yang tersebar di kampus-kampus UNS, termasuk di Kampus Mesen dan di Kampus Pabelan.
"Kami bertugas menyelenggarakan ujian sebanyak 14 sesi di gelombang I dan 14 sesi di gelombang II. Total kapasitas ruang ujian kami sebanyak 1.125 peserta/sesi, termasuk di antaranya ada ruang khusus untuk peserta dengan kebutuhan khusus," katanya.
Pada sesi pertama hari ini diikuti oleh sebanyak 1.060 peserta dari total 1.105 peserta yang terdaftar. Dengan demikian, ada 45 peserta atau 4,07 persen yang tidak hadir mengikuti ujian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Gerindra menyerahkan kasus Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada KPK dan menegaskan menghormati seluruh proses hukum.
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Lonjakan penumpang Commuter Line Jogja–Palur hingga 30% saat libur sekolah membuat KAI Commuter siagakan 34 perjalanan kereta per hari.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
Roy Suryo menghadiri sidang perdana Dokter Tifa di PN Jakarta Timur. Perkara Roy masih menunggu proses praperadilan di PN Jakarta Selatan.