BEDAH BUKU: UMKM Harus Adaptif terhadap Teknologi
DPAD DIY bersama DPRD DIY mendorong penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mengembangkan potensi wisata lokal di
UKDW menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program Pascasarjana (S2) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pacitan. - ist
PACITAN—Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di sektor pemerintahan.
Dalam rangka memperluas jangkauan kerja sama strategis, UKDW menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program Pascasarjana (S2) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pacitan.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang sudah terjalin sebelumnya antara UKDW dan Pemkab Pacitan, yang diawali melalui pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di bulan lalu.
Dalam program KKN tersebut, mahasiswa UKDW terlibat langsung dalam mendukung berbagai inisiatif Pemkab, seperti penguatan UMKM, digitalisasi administrasi desa, hingga kampanye edukasi masyarakat.
BACA JUGA: Puluhan Siswa dari Beberapa Sekolah di Kulonprogo Keracunan Makan Bergizi Gratis
Kolaborasi ini menjadi pondasi bagi sinergi yang lebih luas dan berkelanjutan, termasuk dalam pengembangan kapasitas ASN melalui pendidikan tinggi.
Dalam pemaparannya, Kepala Marketing UKDW, Veronica Tiara, S.Kom., M.M., CPS menjelaskan bahwa UKDW siap menjadi mitra strategis dalam mendukung transformasi birokrasi.
“Program RPL ini sangat menguntungkan bagi para pegawai pemerintahan yang ingin meng-upgrade diri. UKDW hadir bukan hanya untuk menyediakan pendidikan berkualitas, tetapi juga untuk mendampingi transformasi birokrasi yang lebih cerdas, adaptif, dan humanis,” ujarnya.
Sosialisasi ini turut menghadirkan Dr. Antonius Rachmat C., S.Kom., M.Cs., Dosen Fakultas Teknologi Informasi dan anggota tim pengembang RPL UKDW, serta Hugo Christ Prasetyo, S.M., dari tim Promosi UKDW. Kepala BKPSDM Pacitan, Rudi Haryanto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan: “Selamat datang untuk tim UKDW. Matur nuwun sudah berkenan hadir langsung di Pacitan untuk memaparkan program- program yang sangat bermanfaat. Kami sangat mendukung dan mendorong para pegawai untuk terus berkembang melalui studi lanjut di UKDW. Apalagi hubungan kami sudah terjalin lewat program KKN dan kegiatan bersama sebelumnya.”
Turut hadir pula Alif Bawa Martono, SE, MM selaku Kepala Bidang Mutasi dan Promosi ASN, serta sekitar 32 kepala bagian dari berbagai unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan. Apa Itu RPL di UKDW? Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) adalah mekanisme pengakuan atas pengalaman belajar seseorang yang diperoleh di luar sistem pendidikan formal, baik melalui pekerjaan, pelatihan, maupun aktivitas profesional lainnya.
Melalui RPL, peserta didik dapat memperoleh pengakuan terhadap kompetensi yang sudah dimiliki, sehingga durasi studi dapat lebih singkat dan lebih relevan dengan pengalaman kerja. UKDW sebagai salah satu perguruan tinggi pelaksana RPL yang telah diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menawarkan program RPL untuk jenjang Sarjana (S1) di program studi: Akuntansi Informatika Sistem Informasi Biologi Pendidikan Bahasa Inggris Arsitektur.
Selain itu, tersedia pula Program Pascasarjana (S2) untuk: Magister Manajemen Magister Arsitektur RPL di UKDW dirancang dengan sistem yang fleksibel, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga sangat cocok bagi para profesional, khususnya pegawai pemerintahan, yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka. (Advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY bersama DPRD DIY mendorong penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mengembangkan potensi wisata lokal di
Kabut asap karhutla menyebabkan 14 penerbangan internasional rute Singapura-Pontianak dan Singapura-Palembang dibatalkan demi keselamatan.
Pemkab Aceh Barat menyiapkan 10.000 masker untuk mengantisipasi kabut asap kiriman. Aktivitas masyarakat dan sekolah masih normal.
Ribuan warga Portugal berunjuk rasa menuntut kenaikan upah, perbaikan pensiun, layanan publik, dan perumahan dengan harga terjangkau.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.