Advertisement
Ini 7 Beasiswa Luar Negeri Tanpa Kewajiban Pulang ke Indonesia
Beasiswa pendidikan - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ramainya perbincangan mengenai penerima beasiswa LPDP yang tidak kembali ke Indonesia mendorong sebagian calon mahasiswa mencari alternatif beasiswa luar negeri tanpa kewajiban pulang.
Sejumlah program internasional kini menawarkan skema pendanaan penuh (fully funded) yang tidak mencantumkan kontrak wajib kembali ke negara asal. Fenomena ini menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, menimbulkan diskusi tentang ikatan kewajiban pengabdian dan konsekuensi kontrak penerima beasiswa. Akibatnya, beberapa calon mahasiswa mempertimbangkan opsi beasiswa luar negeri yang lebih fleksibel, khususnya bagi mereka yang ingin membangun karier global setelah lulus.
Advertisement
Daftar Beasiswa Luar Negeri Tanpa Kewajiban Pulang
Berikut tujuh program beasiswa internasional yang sepenuhnya mendanai studi tanpa mengharuskan penerima kembali ke negara asal, sebagaimana tercantum dalam ketentuan resmi masing-masing program:
BACA JUGA
1. MEXT Scholarship (Jepang)
Dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Jepang, MEXT memberikan kesempatan studi pascasarjana di universitas ternama seperti University of Tokyo dan Kyoto University. Persyaratan mencakup usia tertentu, capaian akademik minimal, kondisi fisik dan mental sehat, serta kemampuan bahasa sesuai program. Penerima beasiswa mendapatkan kuliah gratis hingga lulus, tunjangan hidup, tiket pulang-pergi, asuransi kesehatan, akomodasi, dan kursus bahasa Jepang bila diperlukan.
2. Turkiye Burslari (Turki)
Beasiswa pemerintah Turki mencakup jenjang sarjana hingga doktoral di ratusan universitas. Pelamar harus bukan warga negara Turki, memenuhi batas usia, standar akademik, dan belum menempuh studi setingkat sebelumnya di Turki. Fasilitas mencakup kuliah penuh, tunjangan hidup, asuransi kesehatan, tiket internasional, kursus bahasa Turki satu tahun, pilihan universitas luas, serta dukungan akomodasi awal dan izin tinggal.
3. China Government Scholarship (CGS)
Dikelola oleh Chinese Scholarship Council, CGS membuka peluang studi di lebih dari 270 perguruan tinggi di China. Syaratnya meliputi status non-Cina, rekam jejak akademik baik, kemampuan bahasa sesuai pengantar, batas usia, dan rekomendasi akademik. Beasiswa mencakup biaya pendidikan, tunjangan hidup, tempat tinggal atau subsidi hunian, asuransi kesehatan, kursus bahasa Mandarin, serta pembiayaan buku dan kebutuhan akademik.
4. MOFA Taiwan Scholarship
Program dari Kementerian Luar Negeri Taiwan ini mendorong pertukaran akademik dan diplomatik mulai dari program bahasa hingga doktoral. Kandidat harus memiliki catatan akademik baik, berkelakuan baik, bukan warga negara Taiwan, dan belum pernah menempuh studi setingkat di Taiwan. Dukungan termasuk tunjangan hidup, tiket pesawat ekonomi pulang-pergi, dan kemungkinan keringanan biaya kuliah.
5. DAAD Scholarship (Jerman)
DAAD mendanai studi pascasarjana untuk penguatan kapasitas profesional. Persyaratan meliputi gelar relevan dalam jangka waktu tertentu, capaian akademik tinggi, kemampuan bahasa Inggris atau Jerman, dan pengalaman kerja terkait. Fasilitas mencakup tunjangan hidup dalam euro, biaya kuliah, asuransi kesehatan, biaya perjalanan internasional, dukungan riset, dan kursus bahasa sebelum studi dimulai.
6. Gates Cambridge Scholarship (Inggris)
Beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa internasional di University of Cambridge pada program pascasarjana penuh waktu. Kandidat harus bukan warga Inggris dan memenuhi syarat akademik universitas. Pendanaan mencakup biaya kuliah, tunjangan pemeliharaan, dana tambahan, dan biaya visa.
7. Erasmus Mundus Joint Master Degree (Uni Eropa)
Program Uni Eropa ini menawarkan gelar gabungan di dua hingga tiga universitas berbeda dalam satu kurikulum terpadu. Pendaftar harus memiliki gelar sarjana relevan, tidak memiliki riwayat tinggal lama di Uni Eropa, serta memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris. Beasiswa menanggung biaya kuliah, tunjangan hidup, biaya perjalanan antarnegara, asuransi kesehatan, dukungan visa, serta peluang gelar ganda/joint degree.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









