Advertisement
MBG TV Resmi Mengudara, Warganet Soroti Efisiensi Anggaran
Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Forum Jupnas Gizi Indonesia resmi meluncurkan MBG TV sebagai sarana edukasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski diklaim telah menjangkau 13 provinsi, kehadiran saluran ini justru menuai kritik dari warganet yang mempertanyakan efisiensi anggaran.
MBG TV hadir melalui kolaborasi dengan 15 televisi terestrial. Siarannya kini dapat diakses di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Timur, hingga Maluku. Secara total, sebanyak 98 kabupaten/kota telah terjangkau, selain melalui layanan streaming di laman resmi JupnasGizi.com.
Advertisement
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran tersebut. Ia menilai media penyiaran seperti MBG TV berperan strategis dalam memperkuat edukasi publik dan membangun kepercayaan terhadap program pemerintah.
“Media broadcasting seperti MBG TV memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi yang benar, meningkatkan kesadaran publik, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
BACA JUGA
Warganet Pertanyakan Urgensi
Namun di media sosial, peluncuran MBG TV memicu gelombang kritik. Sejumlah warganet menilai pembuatan saluran televisi baru kurang relevan di tengah dominasi platform digital seperti YouTube dan media sosial yang dianggap lebih murah serta menjangkau audiens lebih luas.
Salah satu komentar yang viral mempertanyakan urgensi pembentukan TV khusus, dengan menyebut sosialisasi bisa dilakukan melalui kerja sama dengan televisi swasta tanpa perlu membangun kanal baru.
Sentimen negatif ini muncul di tengah sejumlah isu yang sempat mengiringi program MBG, termasuk laporan dugaan keracunan makanan di beberapa daerah serta perdebatan terkait keterlibatan aparat dalam distribusi.
Meski demikian, berdasarkan survei dari Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap program MBG secara umum masih berada di angka 72,8%.
Kehadiran MBG TV diharapkan mampu menjawab kritik tersebut dengan menyajikan informasi yang transparan dan akurat mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus memperluas literasi gizi masyarakat di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mudik Gratis 2026 Dibuka 1 Maret, Kuota 15.834 Penumpang Bus
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







