Xabi Alonso Terpukau Atmosfer Suporter Chelsea di SUGBK
Xabi Alonso memuji atmosfer suporter Chelsea di SUGBK setelah The Blues menang 3-0 atas AC Milan pada Indonesia Super Cup 2026.
Foto ilustrasi mudik Lebaran. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Momentum Lebaran diminta tidak hanya dimaknai sebagai masa libur sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong orang tua menjadikan perjalanan mudik sebagai kesempatan belajar bagi anak di luar ruang kelas.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat membuka kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 di Stasiun Pasar Senen di Jakarta pada Senin (16/3/2026).
Menurutnya, surat edaran kementerian memang tidak menggunakan istilah libur atau liburan, melainkan belajar di luar sekolah.
“Jadi surat edaran kami itu tidak menggunakan istilah libur atau liburan ya, tetapi belajar di luar sekolah, sehingga mudik tentu menjadi bagian dari membangun dan memperkuat relasi dan kohesi sosial di kalangan masyarakat,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menilai perjalanan mudik bersama keluarga dapat menjadi sarana bagi anak untuk memahami relasi sosial di masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar untuk mengenalkan budaya, nilai kebersamaan, serta tradisi bangsa kepada anak-anak.
Menurut Abdul Mu’ti, pengalaman kembali ke kampung halaman dapat membantu anak memahami kehidupan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kebudayaan.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar di kampung halaman. Jadi ini yang menurut saya penting kami tekankan, sehingga mudik tidak hanya menjadi kegiatan di mana kita pulang ke kampung halaman, tapi juga media internalisasi nilai-nilai dan budaya bangsa luhur yang harus kita pertahankan dan terus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan budaya membaca kepada anak selama perjalanan mudik.
Melalui kegiatan seperti Mudik Asyik Baca Buku, anak-anak diharapkan tetap memiliki kebiasaan literasi meskipun berada di luar lingkungan sekolah.
Di sisi lain, Abdul Mu’ti mengingatkan agar mudik tidak dijadikan ajang pamer atau flexing di kalangan anak-anak.
Ia berharap perjalanan pulang kampung justru menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan sosial dengan keluarga.
“Jadi mudik tidak sekadar menjadi sarana flexing. Karena sebagian justru mudik itu pinginnya flexing saja, tapi sarannya fixing. Flexing itu tidak boleh, kalau fixing itu yang penting karena memperbaiki relasi sosial,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Xabi Alonso memuji atmosfer suporter Chelsea di SUGBK setelah The Blues menang 3-0 atas AC Milan pada Indonesia Super Cup 2026.
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026, naik Rp42.000 menjadi Rp2.798.000 per gram.
Nagasaki memperingati 81 tahun serangan bom atom AS dengan seruan pelucutan senjata nuklir dan penolakan terhadap penggunaan senjata nuklir.
Nelayan 65 tahun, Rubino, tenggelam di Pantai Kesirat Gunungkidul. Hingga Minggu pagi, pencarian lewat laut dan darat belum membuahkan hasil.
Gus Kikin menegaskan Qanun Asasi merupakan ruh perjuangan NU. Dokumen empat bab itu kembali disosialisasikan setelah lama tidak digunakan.
Tabrakan kereta barang dan penumpang di Kroasia menyebabkan 19 orang terluka. Enam korban mengalami luka serius dan 13 lainnya luka ringan.