BGN Luncurkan Aplikasi Pengawas Kualitas Makan Bergizi Gratis
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Foto ilustrasi pendanaan kampus. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelontorkan pendanaan riset dan pengembangan sebesar Rp1,7 triliun pada 2026 untuk mendukung 18.215 kegiatan di perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium.
“Selamat kepada seluruh penerima. Ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menyiapkan diri bersama tim, berkolaborasi dengan dosen dan peneliti,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Dari total pendanaan, sektor kesehatan memperoleh porsi terbesar yakni 27 persen, disusul ketahanan pangan 25 persen. Sektor hilirisasi dan industrialisasi mendapat 16 persen, sementara digitalisasi termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor sebesar 15 persen.
Bidang energi memperoleh 7 persen, manufaktur dan material maju 4 persen, maritim 4 persen, serta pertahanan 2 persen.
Sebaran penerima pendanaan berasal dari 38 provinsi, dengan komposisi 40 persen dari perguruan tinggi negeri dan negeri berbadan hukum, serta 60 persen dari perguruan tinggi swasta.
Ribuan Proposal Lolos Seleksi Ketat
Pada Program Penelitian, sebanyak 13.028 proposal dinyatakan lolos dari total 83.284 usulan dengan nilai pendanaan mencapai Rp1,04 triliun.
Sementara Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menetapkan 3.328 tim penerima dari 15.728 usulan, dengan total pendanaan Rp167 miliar, difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), kelompok rentan, serta masyarakat adat.
Program Hilirisasi Riset Prioritas mendanai 925 proposal dari 2.488 usulan dengan total Rp318 miliar, yang difokuskan pada percepatan pemanfaatan hasil riset melalui transfer teknologi dan kemitraan industri.
Selain itu, Program Pengujian Model dan Prototipe meloloskan 354 proposal dari 985 usulan dengan pendanaan Rp46 miliar untuk memastikan hasil riset siap digunakan secara luas.
Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) menetapkan 102 konsorsium penerima pendanaan senilai Rp62,4 miliar, sementara 17 Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) mendapat total Rp7,85 miliar untuk penguatan kelembagaan riset.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, sebanyak 202 kegiatan didanai dengan nilai Rp21,9 miliar, melibatkan 10.090 mahasiswa yang diterjunkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendukung pemulihan pascabencana berbasis inovasi.
Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) juga mendanai 244 karya dengan total Rp17,5 miliar sebagai upaya pengembangan seni berbasis tradisi.
Sementara itu, Program PHC-Nusantara menetapkan 15 riset kolaborasi Indonesia–Prancis dari 72 proposal dengan pendanaan Rp2,2 miliar.
Brian menegaskan, sinergi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha menjadi faktor penting agar hasil riset dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
“Mari jadikan sains dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kita demi Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.