Advertisement

Rp1,7 Triliun Dana Riset Kampus Cair, Ribuan Proposal Lolos

Newswire
Jum'at, 10 April 2026 - 16:07 WIB
Maya Herawati
Rp1,7 Triliun Dana Riset Kampus Cair, Ribuan Proposal Lolos Foto ilustrasi pendanaan kampus. - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelontorkan pendanaan riset dan pengembangan sebesar Rp1,7 triliun pada 2026 untuk mendukung 18.215 kegiatan di perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium.

Advertisement

“Selamat kepada seluruh penerima. Ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menyiapkan diri bersama tim, berkolaborasi dengan dosen dan peneliti,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Dari total pendanaan, sektor kesehatan memperoleh porsi terbesar yakni 27 persen, disusul ketahanan pangan 25 persen. Sektor hilirisasi dan industrialisasi mendapat 16 persen, sementara digitalisasi termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor sebesar 15 persen.

Bidang energi memperoleh 7 persen, manufaktur dan material maju 4 persen, maritim 4 persen, serta pertahanan 2 persen.

Sebaran penerima pendanaan berasal dari 38 provinsi, dengan komposisi 40 persen dari perguruan tinggi negeri dan negeri berbadan hukum, serta 60 persen dari perguruan tinggi swasta.

Ribuan Proposal Lolos Seleksi Ketat

Pada Program Penelitian, sebanyak 13.028 proposal dinyatakan lolos dari total 83.284 usulan dengan nilai pendanaan mencapai Rp1,04 triliun.

Sementara Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menetapkan 3.328 tim penerima dari 15.728 usulan, dengan total pendanaan Rp167 miliar, difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), kelompok rentan, serta masyarakat adat.

Program Hilirisasi Riset Prioritas mendanai 925 proposal dari 2.488 usulan dengan total Rp318 miliar, yang difokuskan pada percepatan pemanfaatan hasil riset melalui transfer teknologi dan kemitraan industri.

Selain itu, Program Pengujian Model dan Prototipe meloloskan 354 proposal dari 985 usulan dengan pendanaan Rp46 miliar untuk memastikan hasil riset siap digunakan secara luas.

Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) menetapkan 102 konsorsium penerima pendanaan senilai Rp62,4 miliar, sementara 17 Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) mendapat total Rp7,85 miliar untuk penguatan kelembagaan riset.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, sebanyak 202 kegiatan didanai dengan nilai Rp21,9 miliar, melibatkan 10.090 mahasiswa yang diterjunkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendukung pemulihan pascabencana berbasis inovasi.

Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) juga mendanai 244 karya dengan total Rp17,5 miliar sebagai upaya pengembangan seni berbasis tradisi.

Sementara itu, Program PHC-Nusantara menetapkan 15 riset kolaborasi Indonesia–Prancis dari 72 proposal dengan pendanaan Rp2,2 miliar.

Brian menegaskan, sinergi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha menjadi faktor penting agar hasil riset dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

“Mari jadikan sains dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kita demi Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ini Rincian Dana Penertiban Kawasan Hutan, Nilainya Tembus Triliunan

Ini Rincian Dana Penertiban Kawasan Hutan, Nilainya Tembus Triliunan

News
| Jum'at, 10 April 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement