PSS Sleman Pertahankan Frederic Injai Cs untuk Super League
PSS Sleman mempertahankan tujuh pemain, termasuk Frederic Injai, Saiful Djoge, dan Junior Haqi, untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Ilustrasi pelaksanaan UTBK di UGM. /ugm.ac.id.
Harianjogja.com, SLEMAN— Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan skema khusus agar peserta disabilitas dapat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK‑SNBT) di Sleman dengan nyaman dan setara. Pendekatan berbasis kebutuhan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan ujian masuk perguruan tinggi negeri lebih inklusif.
Sebanyak 16 peserta disabilitas tercatat mengikuti UTBK‑SNBT di UGM pada 21–27 April 2026, dengan dukungan penuh dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM yang telah memetakan kebutuhan masing‑masing sejak tahap pendaftaran. Kepala ULD UGM, Wuri Handayani, menjelaskan asesmen dilakukan melalui formulir khusus yang memuat jenis disabilitas hingga kebutuhan teknis selama ujian.
“Kami ingin memastikan setiap peserta mendapatkan fasilitasi yang sesuai dengan kebutuhannya, bukan disamaratakan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang telah mengisi formulir asesmen, terdiri atas 12 peserta tuli dan satu peserta dengan disabilitas fisik. Data ini menjadi dasar penyediaan layanan selama ujian, sementara peserta disabilitas netra diarahkan mengikuti UTBK‑SNBT di Universitas Negeri Yogyakarta sesuai kebijakan panitia pusat.
UGM memfokuskan fasilitasi untuk peserta tuli dan disabilitas fisik, dengan penekanan khusus pada pendekatan komunikasi yang fleksibel. Peserta tuli mendapatkan dukungan penerjemah bahasa isyarat, tetapi cara komunikasi disesuaikan dengan kebiasaan masing‑masing.
“Ada yang memakai bahasa isyarat, ada juga yang membaca gerak bibir, sehingga pendekatannya perlu fleksibel,” kata Wuri.
Selain itu, penggunaan alat bantu dengar tetap diperbolehkan selama ujian karena termasuk kebutuhan dasar peserta. ULD menilai pelarangan alat tersebut justru berpotensi melanggar hak penyandang disabilitas.
“Meminta peserta melepas alat bantu dengar sama dengan melanggar hak dasar mereka,” tegasnya.
Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan alat bantu selama ujian berlangsung. Pendekatan berbasis kebutuhan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan ujian yang inklusif sekaligus memastikan seluruh peserta memiliki kesempatan yang setara dalam mengikuti seleksi nasional.
UTBK SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia yang menitikberatkan pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Berbeda dengan jalur prestasi yang melihat nilai rapor, SNBT murni dinilai berdasarkan hasil ujian yang diselenggarakan secara nasional.
Fokus utama tes ini adalah mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, serta literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang dianggap sebagai fondasi utama bagi mahasiswa untuk berhasil dalam studi di jenjang pendidikan tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman mempertahankan tujuh pemain, termasuk Frederic Injai, Saiful Djoge, dan Junior Haqi, untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.