MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Kepala Pusat Rekayasa Genetika BRIN Ratih Asmana Ningrum (kiri) menerima cinderamata dari Rice Business Head PT WPI Saronto usai memaparkan kerjasama pengembangan benih padi Wigenta di Bogor, Rabu (24/5/2023) (Antara/HO/WPI)
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan produsen benih yakni PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) dan Syngenta. Kerjasama dilakukan untuk mengembangkan Varietas Padi Witagen yang memiliki produktivitas tinggi serta tahan hama.
Kepala Pusat Rekayasa Genetika BRIN Ratih Asmana Ningrum mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat menambah pilihan benih padi unggul berkualitas tinggi sehingga memberi dukungan bagi ketahanan pangan nasional sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim bagi sektor pertanian.
"Kami berharap benih ini akan bermanfaat bagi petani dalam penyediaan benih unggul dan tentu saja bermanfaat dalam memperkuat ketahanan pangan dalam negeri," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
BACA JUGA: Viral, Peneliti BRIN Ancam Bunuh Muslim Muhammadiyah Gegara Tanggal Lebaran
Dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) kerja sama yang ditandatangani ketiga pihak pada 12 April 2023 itu disebutkan kegiatan yang akan dilakukan meliputi seleksi varietas padi unggul dan adaptif dengan lingkungan di Indonesia.
Kemudian, penelitian dan pengembangan dalam bidang genetik, pengujian dan evaluasi benih padi, pengujian lapangan, serta produksi dan distribusi benih padi unggul hasil kerjasama kepada petani.
Menurut Rice Business Head PT WPI Saronto, penggunaaan benih unggul dan berkualitas merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam usaha tani padi.
Pengembangan varietas baru itu diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kesejahteraan petani adalah salah satu kunci peningkatan produktivitas pangan,” kata dia.
BACA JUGA: Dituding Banyak Masalah, Ketua BRIN Didesak Mundur oleh DPR
Pengembangan Varietas Witagen merupakan strategi budidaya pangan di tengah tantangan perubahan iklim, lanjutnya, fenomena tersebut memberikan tantangan besar terhadap petani padi, seperti timbulnya pola serangan hama penyakit yang sulit diprediksi dan curah hujan tidak menentu.
Hal itu menyebabkan penurunan produktivitas akibat padi rentan terhadap serangan hama penyakit dan tanaman rebah akibat cuaca ekstrem.
"Petani harus dibantu sesuai dengan kebutuhannya agar produktivitasya meningkat," ujar Saronto.
Senada dengan itu Seed Business Head Syngenta Indonesia Fauzi Tubat mengatakan benih berkualitas merupakan salah satu kunci kesuksesan budidaya tanaman.
"Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen untuk menyediakan benih padi yang berkualitas bagi petani agar terus dapat meningkatkan produktivitas padi di Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.