Ini 9 Provinsi Bisa Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Diskusi Angkringan Rumah Gagasan: Eksposisi Riset atau Research Exposition, Bursa Gagasan untuk Negeri yang digelar Universitas Islam Indonesia belum lama ini. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Riset dengan melibatkan multi disipilin ilu pengetahuan sangat dibutuhkan untuk mencari solusi berbagai persoalan di era saat ini. Hal itu dibahas dalam diskusi Angkringan Rumah Gagasan: Eksposisi Riset atau Research Exposition, Bursa Gagasan untuk Negeri yang digelar Universitas Islam Indonesia belum lama ini.
Kepala Badan Perencanaan & Pengembangan/Rumah Gagasan UII Raden Bagus Fajriya Hakim menawarkan kepada masing-masing fakultas untuk memberikan wakilnya untuk mempresentasikan penelitian dan karya kreatif mereka. Harapannya hasil penelitian itu dapat tersebarluaskan lewat ide gagasan ke civitas akademika maupun kepada masyarakat luas. Sehingga para akademisi memiliki peran kontributif ke masyarakat.
BACA JUGA : Hasil Riset Sejarah, Umur PDAM Tirtamarta Jogja Bukan 105
“Difasilitasinya hasil-hasil riset para dosen untuk di syiarkan secara umum. UII dalam setiap tahunnya selalu mendorong produktivitas dan pengembangan riset untuk semua dosen, mahasiwa dan juga tenaga kependidikan. Diskusi ini merupakan rangkaian Milad UII,” katanya dalam rilisnya.
Saat ini forum untuk mempresentasikan penelitian-penelitian terbaru mereka masih belum banyak. Ia menyadari bahwa pengejaran kecerdasan intelektual tidak akan lebih banyak terjadi di ruang kosong yang menyendiri. Akan tetapi penelitian akan tumbuh subur di lingkungan para akademisi dapat mendiskusikan penelitian mereka.
“Para akademisi yang terllibat dalam sinergi ini akan menatap perkembangan baru, membangun kapasitas, gagasan cemerlang, wawasan yang lebih luas dalam pemikiran dan teknologi yang pada akhirnya dapat diintegrasikan kembali dalam penelitian lanjutan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan kebutuhan akan kolaborasi riset antar disiplin ilmu saat ini tergolong besar. Karena perkembangan dunia yang terus berubah dan permasalahan semakin kompleks serta terhubung satu sama lain. Kondisi ini mengharuskan kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk mengatasi tantangan dan memberikan solusinya.
Solusi terbaik suatu permasalahan, kata dia, seringkali datang dari luar batasan tradisional satu bidang ilmu, melainkan dari riset spesialisasi dalam bidang yang berbeda. Akan tetapi memiliki latar belakang dan tujuan bersama untuk menangani masalah yang dihadapi. Kolaborasi interdisipliner menciptakan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang suatu masalah, yang mengarah pada solusi lebih baik.
“Kemampuan bekerja lintas disiplin ilmu merupakan kunci kemajuan ilmu pengetahuan. Kolaborasi interdisipliner mutlak diperlukan untuk memecahkan masalah yang kompleks, karena riset individualistik tidak dapat menangani masalah yang memerlukan pengetahuan dari berbagai multi disiplin ilmu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.