JFR 2026 Ditutup dengan Laras Urban, Koleksi Batik dan Aksi Unik di Catwalk
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Peluncuran aplikasi pandawa yang merupakan layanan online satu data LLDikti V DIY, Minggu (8/10/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY meluncurkan sebuah aplikasi satu pintu untuk semua layanan data bernama Pandawa bersamaan dengan rangkaian Edufair di Kantor LLDikti, Bumijo, Jetis, Kota Jogja, Minggu (8/10/2023). Aplikasi itu diharapkan memudahkan perguruan tinggi di Jogja dalam mengakses data secara terpadu.
Keunggulan aplikasi ini di antaranya, memudahkan stakeholder untuk berpindah dari layanan satu ke layanan lainnya. Bersifat terbuka, seluruh jenis layanan dapat dilihat secara umum sehingga semua mengetahui ragam layanan yang ada di LLDikti Wilayah V. Meski ragam layanan dapat dilihat oleh semua orang, tetapi hanya dapat diakses sesuai level pengguna, kecuali untuk layanan yang bersifat umum tanpa authentikasi.
BACA JUGA : LLDikti V DIY Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT Bagi Mahasiswa di 2023
“Misal data tentang yudisium, data mahasiswa nantinya bisa diakses secara terpadu. Aplikasi ini diharapkan mampu memberikan fasilitasi kemudahan dalam berbagai layanan satu data terintegrasi,” kata Ketua LLDikti V Profesor Aris Junaidi, Minggu (8/10/2023).
Saat ini sebenarnya sudah banyak aplikasi yang dimiliki LLDikti dalam memberikan layanan perguruan tinggi, namun bersifat terpisah. Adapun aplikasi tersebut antara lain E-Yudisium untuk pelaporan data mahasiswa dan wisuda, aplikasi Pressdos untuk presensi dosen DPK hingga aplikasi Pandu yang merupakan layanan penyetaraan kepangkatan dosen bukan PNS dan lain-lain.
Oleh karena itu aplikasi Pandawa nantinya akan menjadi induk dari berbagai layanan online yang selama ini sudah berjalan. “Data kami ambil dari dikti, Kemenkeu terkait dengan gaji misalnya nanti bisa langsung masuk ke aplikasi dan bisa diakses,” ujarnya.
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek Profesor Nizam mengatakan di era saat ini perlu adanya inovasi, kreativitas terutama dari perguruan tinggi untuk melaksanakan tri dharma pendidikan tinggi. Ia berharap berbagai layanan pendidikan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
BACA JUGA : Cegah Gratifikasi, LLDikti Tandatangani Pakta Integritas & Buka Layanan Aduan
“Termasuk riset yang dilakukan ini bisa menjawab berbagai persoalan di daerah, misalnya masalah sampah, narkoba, kenakalan remaja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Kemarau panjang di Gunungkidul membuat buah durian lebih sedikit rontok dan tanaman tembakau tumbuh subur. Petani berharap panen lebih maksimal.
ICRC memperingatkan eskalasi konflik Timur Tengah dapat menjadi bencana bagi puluhan juta orang dan mendesak perlindungan warga sipil.
Hashim Djojohadikusumo menyebut ekonomi abu-abu RI mencapai 30–40% ekonomi nasional dan menyoroti potensi penerimaan negara yang hilang.
BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY menyalurkan manfaat JKK Rp310,67 miliar untuk 139.082 kasus kecelakaan kerja sepanjang Januari-September 2026.
BNPB menghormati proses hukum KPK terkait OTT di lingkungannya, berkomitmen kooperatif, serta melakukan penelusuran internal dan pengamanan dokumen.