Muktamar NU Bahas Perubahan AD ART dan Sistem Pemilihan PBNU
Muktamar Ke-35 NU membahas perubahan AD/ART dan mekanisme pemilihan PBNU. Simak agenda Komisi Organisasi dan tahapan sidang muktamar.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, PADANG— Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek) Nizam mengatakan Kampus Merdeka adalah jawaban dari tantangan yang sangat membuat galau perguruan tinggi di dunia.
"Kampus Merdeka ini satu-satunya jalan untuk memastikan lulusan kita nyambung dengan dinamika perubahan yang sedang terjadi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam di Padang, Selasa (24/10/2023).
Dia mengatakan hal tersebut saat kunjungan kerja ke Universitas Andalas Sumatera Barat terkait dengan paparan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terbaru.
Di hadapan civitas academica Universitas Andalas, ia mengatakan perguruan tinggi kerap tertinggal 10 tahun dari kebutuhan dunia kerja. Hal itu membuat tak jarang para lulusan, baik dalam maupun luar negeri, komplain dengan kampus asalnya karena tidak siap kerja.
Baca Juga:
OPINI: Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Bulan Ramadan
Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Banyak Tantangan Bagi Mahasiswa
Sebab, katanya, saat perguruan tinggi menyusun kurikulum, kampus melakukan refleksi dari alumnus, termasuk menerima masukan dari dunia industri dan baru diimplementasikan lima hingga 10 tahun ke depan.
Oleh karena itu, Nizam mengatakan gagasan Merdeka Belajar Kampus Merdeka satu-satunya cara agar para lulusan terkoneksi dengan perubahan yang sedang dan akan terus terjadi.
"Kampus Merdeka adalah jawaban dari tantangan yang sangat membuat galau perguruan tinggi di dunia," ujarnya.
Dalam rangka menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi yang pesat, katanya, kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk lebih menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Kemendikbudristek meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk perguruan tinggi pada 2020. Dengan kebijakan itu, diharapkan dapat mewujudkan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia dengan memberikan hak dua semester belajar di luar program studi untuk mahasiswa.
Kebijakan ini untuk mendorong mahasiswa dalam menguasai berbagai keilmuan sebagai persiapan karir masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Muktamar Ke-35 NU membahas perubahan AD/ART dan mekanisme pemilihan PBNU. Simak agenda Komisi Organisasi dan tahapan sidang muktamar.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.