Laksanakan Pengabdian Internasional di Jepang, Tim UAD Bedah Pemanfaatan Limbah Organik untuk Home Industry

Media Digital
Media Digital Rabu, 10 Januari 2024 21:07 WIB
Laksanakan Pengabdian Internasional di Jepang, Tim UAD Bedah Pemanfaatan Limbah Organik untuk Home Industry

Tim dosen dan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan kegiatan pengabdian internasional di Prefektur Gifu, Jepang, Minggu 10/12/2023). Istimewa

JOGJA—Tim dosen dan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD)  melakukan kegiatan pengabdian internasional di Prefektur Gifu, Jepang, Minggu 10/12/2023) dengan judul Empowering Home Industry in Transforming Organic Waste into Valuable Products towards  Zero Waste Industry.

Tim pelaksana pengabdian terdiri dari tiga orang dosen Fakultas Teknologi Industri UAD yaitu Aster Rahayu, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T. (Program Studi S2 Teknik Kimia), dan Dr.Dhias Cahya Hakika (Program Studi S1 Teknik Kimia) serta dua orang mahasiswa Program Studi S2 Teknik Kimia yaitu Nafira Alfi Zaini Amrillah, S.T. dan Veranica, S.T.

Tema yang diangkat dalam kegiatan pengabdian internasional ini adalah tentang pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat. Kegiatan ini menggandeng mitra kegiatan yaitu Hanamaza Pan Bakery and Café, yang merupakan toko  yang menjual aneka roti dan makanan halal di Gifu, Jepang sejak 2015. Dalam menjalankan aktivitasnya, Hanamaza Pan menghasilkan limbah organik di antaranya yaitu minyak jelantah dan sisa bahan makanan yang masih berpotensi untuk didaur ulang sehingga dapat mengurangi volume limbah yang dihasilkan.

Rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan terdiri dari sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah organic kepada Hanamaza Pan serta Keluarga Muslim Indonesia Gifu. Pelatihan pertama yaitu pemanfaatan limbah minyak jelantah yang dihasilkan dari home industry untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan lilin aroma terapi. Selanjutnya, pelatihan kedua yaitu sosialisasi mengenai pembuatan bioenzim dari limbah sisa buah persimmon (disebut juga kaki dalam bahasa Jepang) yang jumlahnya sangat melimpah di Prefektur Gifu, Jepang ketika musim gugur tetapi belum banyak dimanfaatkan dan hanya dibiarkan membusuk.

Pengabdian ini diharapkan dapat memberdayakan home industry dalam mengolah sampah dan limbah organik yang dihasilkan dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular. Selain sebagai solusi pengelolaan sampah, konsep ini juga dapat mewujudkan peningkatan ekonomi bagi home industry tersebut. Kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD. “Omoshiroi, kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat untuk transfer pengetahuan dan harapannya dapat terus dikembangkan agar sifatnya berkelanjutan,” kata Siti Nurjanah selaku pemilik toko roti Hanamaza Pan Bakery and Café. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online