BPH Migas Pastikan B50 Lancar, Sopir Truk Tak Perlu Khawatir
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa program studi (prodi) di perguruan tinggi tidak akan ditutup, melainkan terus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Kebijakan ini menepis isu penutupan prodi yang sempat mencuat, sekaligus menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi seperti AI dan IoT.
Menurut Brian, perubahan pendekatan ini menjadi strategi utama dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi di tengah percepatan inovasi global. Alih-alih menghapus prodi yang dianggap tidak relevan, pemerintah mendorong pembaruan materi ajar agar selaras dengan kebutuhan industri.
"Dulu belum ada IoT, sekarang ada IoT. Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya di Jakarta, Rabu.
Ia mencontohkan bidang teknik elektro yang kini berkembang pesat seiring integrasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Kondisi ini menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan kurikulum agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri.
Brian menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi turut melahirkan berbagai sektor industri baru. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi dalam penyusunan program studi.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin dominan dalam berbagai bidang. Menurutnya, tren ini harus menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di perguruan tinggi.
"Sehingga, (perkembangan) industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia, untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai continuous improvement," kata Mendiktisaintek.
Ia menambahkan, di negara maju pembaruan kurikulum sudah menjadi praktik umum yang dilakukan secara berkala, bahkan dalam rentang dua hingga empat tahun. Langkah ini memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
"Misalnya ada AI, bagaimana nih AI ini? Ada IoT kemudian ke depan ada kuantum komputasi. Kita harus ubah dong supaya nanti lulusannya ketika lulus, dia bekerja, sesuai dengan perkembangan teknologi yang empat tahun lagi dipakai. Alih-alih kita menutup, kita justru mengembangkan," tutur Brian Yuliarto, menegaskan bahwa adaptasi kurikulum menjadi kunci agar pendidikan tinggi tetap relevan di era transformasi digital yang terus bergerak cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Jadwal SIM Kulonprogo 29 Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah membantah kliennya menerima Rp40 miliar dari Tan Kian dan menjelaskan keterangan soal nama Ferry.
AC Milan menang 2-0 atas Venezia di Serie A 2026/27. Goncalo Ramos mencetak gol perdana, disusul gol bunuh diri Redouane Halhal.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 29 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.