BEDAH BUKU: Membangun Keluarga Tangguh, Kembalikan Fungsi Rumah
Rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh yang aman secara emosional, psikologis, dan spiritual bagi anak maupun orang tua.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar Lokakarya Penyelerasan Kurikulum OBE untuk Mendukung Keunggulan Program Studi di Bidang Komunikasi Sosial dan Kesehatan, di Meeting Room Jeehan 1 lantai 2, Hotel Grand Rohan Jogja, Rabu (10/7/2024). Lokakarya ini menghadirkan pemateri utama, Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., LL.M., Ph.D., yang merupakan Ketua Program Studi Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII). - ist/Unisa
JOGJA—Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar Lokakarya Penyelerasan Kurikulum OBE untuk Mendukung Keunggulan Program Studi di Bidang Komunikasi Sosial dan Kesehatan. Acara ini berlangsung di Meeting Room Jeehan 1 lantai 2, Hotel Grand Rohan Jogja, Rabu (10/7/2024).
Lokakarya ini menghadirkan pemateri utama, Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., LL.M., Ph.D., yang merupakan Ketua Program Studi Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII).
Dalam lokakarya ini, Dodik Setiawan memberikan pemaparan mendalam tentang pentingnya penyelerasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk meningkatkan keunggulan program studi, khususnya dalam bidang komunikasi sosial dan kesehatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim dari akademik, APIK, Kaprodi, serta dosen Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta. Mereka bersama-sama berdiskusi dan mengevaluasi kurikulum yang ada, dengan tujuan untuk menyusun kurikulum yang lebih relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri serta perkembangan teknologi.
BACA JUGA: Ada Peluang Ratusan Startup Dilibatkan dalam Program Makan Siang Gratis
Lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian program hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, melalui berbagai kegiatan yang melibatkan sinergi antara akademisi, praktisi, dan industri.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa penyelerasan kurikulum OBE sangat penting untuk memastikan lulusan program studi Ilmu Komunikasi dapat bersaing di dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang komunikasi sosial dan kesehatan.
Peserta lokakarya juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Bapak Dodik Setiawan, yang memberikan berbagai tips dan strategi dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE.
Selain itu, mereka juga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai sesi interaktif yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan konsep OBE dalam kurikulum yang mereka kembangkan.
Dengan berlangsungnya lokakarya ini, diharapkan Program Studi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan di bidang komunikasi sosial dan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh yang aman secara emosional, psikologis, dan spiritual bagi anak maupun orang tua.
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.