Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Solikhah Retno Hidayati, S.T., M.T.
JOGJA—Salah satu wilayah dengan tingkat urbanisasi tinggi di Provinsi DIY adalah Kabupaten Kulon Progo. Fenomena urbanisasi ditandai dengan berbagai indikator, diantaranya dinamika kependudukan.
Aspek kependudukan merupakan salah satu aspek penting dalam urbanisasi, karena penduduk adalah subyek dan obyek dalam proses urbanisasi. Salah satu permasalahan dalam proses urbanisasi adalah terjadinya kesenjangan antara urbanisasi yang terjadi secara fisik dengan dinamika yang terjadi pada kondisi sosial ekonomi penduduk.
Berkaitan dengan hal tersebut, tim peneliti dari ITNY (Solikhah Retno Hidayati, S.T., M.T., dan Iwan Aminto Ardi, S.T., M.Sc.) melakukan penelitian tentang dinamika kependudukan di Kabupaten Kulon Progo.
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model karakteristik kependudukan menggunakan data spatiotemporal tahun 2016-2022. Secara teoritis, karakteristik kependudukan di perkotaan dan perdesaan berbeda. Salah satu indikator yang menunjukkan perbedaan tersebut adalah komposisi penduduk.
Hasil penelitian sementara menunjukkan adanya pengelompokan karakteristik kependudukan di Kabupaten Kulon Progo. Karakteristik tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu dinamika kependudukan perkotaan, semi perkotaan, dan perdesaan.
Karakteristik kependudukan yang bersifat perkotaan terdapat di Kapanewon Wates. Karakteristik kependudukan semi perkotaan terdapat di Kapanewon Pengasih, Sentolo, Lendah, dan Nanggulan. Sedangkan kapanewon lain memiliki dinamika kependudukan perdesaan.
Hal ini menunjukkan bahwa fenomena urbanisasi di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hal ini wajar terjadi, karena saat ini kabupaten tersebut telah banyak berkembang, terutama dengan adanya perkembangan infrastruktur transportasi seperti bandara YIA, jalur jalan lintas selatan, dan sebentar lagi akan terdapat jalan tol.
Pengelompokan dinamika kependudukan tersebut sejalan dengan karakteristik sebaran penduduk yang dipetakan menggunakan peta dasimetri. Dalam peta dapat dilihat bahwa dinamika penduduk terkosentrasi di bagian tengah (Kota Wates). (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.