Anak Muda Diedukasi Melek Asuransi di Jogja Financial Festival 2026
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.
Penampilan seni dalam kampanye narasi sejarah bertajuk Menemukan Kembali Indonesia di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Sabtu. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas pendidikan nirlaba, Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang dimotori Dosen UGM Muhammad Nur Rizal menggulirkan kampanye narasi sejarah dan kemajemukan bangsa kepada guru dan peserta didik. Dengan cara itu, komunitas ini berharap dapat kembali menemukan Indonesia yang pernah jaya di masa lalu.
Nur Rizal menilai salah satu alasan untuk menggaungkan kembali narasi sejarah karena era terdahulu merupakan simbol kejayaan nusantara. Ia mengambil sejumlah contoht, mulai dari pembangunan Candi Borobudur dan Prambanan sebagai bukti bahwa Indonesia di masa lampu telah menguasai teknik dan teknologi arsitektur modern.
BACA JUGA : Anak Berkebutuhan Khusus DIY Wajib Dapat Pendidikan Layak
Selain itu ada Candi Muaro di Jambi pada era Sriwijaya berperan selayaknya Oxford bagi pembelajaran Agama Buddha oleh dunia di masa lampau dan bagaimana model pertanian subak atau terasering yang kerap digunakan Kerajaan Mataram Kuno. Saat ini dianggap sebagai sesuatu yang berkelanjutan dan mampu dijadikan pengendali iklim paling alamiah.
“Indonesia tidak hilang secara fisik. Teritorialnya juga tidak berkurang sedikit pun, tetapi yang hilang adalah reputasinya di kancah internasional. Kita tidak banyak dibicarakan, seakan tidak seperti negara yang besar di Asia, bahkan Asia Tenggara,” katanya sebagaimana dikutip Selasa (27/8/2024).
Ia menilai narasi sejarah dan kemajemukan bangsa tersebut harus dikampanyekan lagi kepada guru, pegiat pendidikan dan peserta didik dan sejumlah level pendidikan. Anak-anak perlu untuk berimajinasi ingin menjadi apa pun dengan diarahkan proses belajarnya
untuk mempunyai antusiasme perangai ilmiah. Dengan narasi, maka akan ditemukan kembali marwah Indonesia dari ruang-ruang kelas.
“Bangsa yang berpengetahuan dan berteknologi dari kearifan dan kebudayaan lokal yang harus digali, lalu, diimajinasikan bangsa itu mau ke mana dengan narasi," ujarnya.
Kegiatan kampanye narasi sejarah ini sebelumnya telah digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Sabtu lalu bertajuk Menemukan Kembali Indonesia dengan dihadiri sedikitnya 800 guru dan aktivis pendidikan dan komunitas pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA : Astra Honda Motor Terus Sinergikan Industri Dan Pendidikan
Beberapa komunitas GSM yang hadir antara lain dari Bali, Palembang, Sumatera Utara hingga alimantan Timur. Mereka hadir dengan murni menggunakan biaya sendiri. "Saya dari Kota Bontang berangkatnya malam, lalu, sampai di bandara subuh. Perjalanan ke Balikpapan dulu selama 6 jam, biaya sendirti," ungkap Zizah, seorang guru dari GSM Bontang.
Wiwik Budi Asih dari SDN Pondok Kacang Barat 03 Tangerang Selatan menambahkan berlatih bersama GSM, menjadi tahu esensi penyaluran energi dari seorang guru. Pelatihan biasanya hanya berisikan pembuatan soal, kisi-kisi, dan membenarkan indikator. "Lain hal dengan GSM, saya diberi tahu pentingnya menarasikan keunggulan Indonesia agar murid menjadi bangga terhadap bangsanya. Mengajar tidak sebatas memaksa mereka untuk menghafal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.
Motor sering brebet saat digas? Kenali delapan penyebab utamanya dan cara mudah mengatasinya agar mesin motor kembali bertenaga dan awet setiap hari.
Box office Korea Selatan, film zombie 'Colony' tembus 2 juta penonton hanya dalam 5 hari. Ini sinopsis dan daftar bintangnya.
Aksi pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul yang viral di media sosial menuai beragam tanggapan.
Cedera Mees Hilgers di FC Twente berujung perpanjangan kontrak hingga 2027 setelah sempat ingin hengkang dari klub Belanda tersebut.
Veda Ega Pratama kembali ke Mugello untuk menjaga posisi lima besar klasemen Moto3 Italia 2026.