Kemenag Cairkan Rp4,1 Triliun BOS Madrasah Tahap II, Cek Jadwalnya

Jumali
Jumali Senin, 10 Agustus 2026 13:07 WIB
Kemenag Cairkan Rp4,1 Triliun BOS Madrasah Tahap II, Cek Jadwalnya

Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudlatul Athfal (RA) Tahap II Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai mencapai Rp4,1 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kepada puluhan ribu madrasah swasta dan RA di seluruh Indonesia guna mendukung keberlanjutan proses belajar-mengajar serta operasional lembaga pendidikan Islam.

Kementerian Agama menegaskan dana BOS Madrasah dan BOP RA menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas layanan pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memastikan aktivitas pembelajaran tetap berjalan secara mandiri, layak, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi satuan pendidikan.

"Dana BOS adalah instrumen strategis agar aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan mandiri, layak, serta berkelanjutan," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Senin (10/8/2026).

Rp4,1 Triliun Disalurkan untuk Madrasah dan RA

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menjelaskan alokasi BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026 mencapai Rp4,1 triliun.

Dari total anggaran tersebut, Rp3,7 triliun diperuntukkan bagi BOS Madrasah, sedangkan Rp370 miliar dialokasikan untuk BOP RA. Dana itu akan menjangkau sekitar 52.000 madrasah swasta dan 31.000 Raudlatul Athfal di berbagai daerah di Indonesia.

"Total alokasi Dana BOS yang sudah disiapkan Tahap II ini sebesar Rp4,1 triliun untuk tahun anggaran 2026. Jumlah ini terdiri atas Rp3,7 triliun untuk BOS Madrasah dan Rp370 miliar untuk BOP RA. Ini kita distribusikan secara khusus untuk 52 ribu madrasah swasta serta 31 ribu RA di seluruh Indonesia," ujar Amien Suyitno.

Besarnya anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung operasional pendidikan Islam, terutama bagi lembaga pendidikan swasta yang menjadi tulang punggung layanan pendidikan di berbagai wilayah.

LPJ Jadi Syarat Pencairan Tahap II

Kemenag mengingatkan seluruh madrasah dan RA penerima bantuan tahap sebelumnya agar segera menyelesaikan kewajiban administrasi sebelum mengajukan pencairan dana tahap berikutnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menegaskan laporan pertanggungjawaban (LPJ) menjadi syarat utama dalam proses pencairan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II.

"Kami berharap pengelola segera mengunggah dokumen persyaratan pencairan Tahap II sesuai jadwal yang telah ditentukan," kata Nyayu Khodijah.

Seluruh proses pengajuan hingga verifikasi dilakukan secara digital melalui portal resmi Kementerian Agama. Sistem daring tersebut diterapkan untuk mempercepat proses administrasi sekaligus meningkatkan transparansi penyaluran bantuan.

Jadwal Pengajuan dan Verifikasi BOS Madrasah 2026

Kemenag membagi proses pengajuan dan verifikasi pencairan BOS Madrasah serta BOP RA Tahap II ke dalam tiga gelombang.

Gelombang 1

  • Pengajuan berkas: 29 Juli–8 Agustus 2026
    Verifikasi: hingga 9 Agustus 2026


Gelombang 2

  • Pengajuan berkas: 18–30 Agustus 2026
  • Verifikasi: 18–31 Agustus 2026

Gelombang 3

  • Pengajuan berkas: 14–27 September 2026
  • Verifikasi: 14–28 September 2026

Pembagian jadwal tersebut dilakukan untuk memastikan proses verifikasi berjalan lebih tertib dan seluruh dokumen dapat diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan penyaluran BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II senilai Rp4,1 triliun ini, Kemenag berharap layanan pendidikan di madrasah maupun RA tetap terjaga. Bantuan operasional tersebut juga menjadi salah satu penopang utama keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar bagi jutaan peserta didik di lingkungan pendidikan Islam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online