Kuota Transmigrasi Bantul Anjlok, 2026 Hanya Satu KK Diberangkatkan
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Rektor UKDW Wiyatiningsih (tengah) bersama Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (kiri) menunjukkan dokumen kerja sama yang baru saja ditandatangani dalam acara puncak Dies Natalis ke-62 kampus setempat, Kamis (31/10/2024) (email)
Harianjogja.com, JOGJA – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja tengah mengembangkan Kampus 2 di Desa Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Pembangunan kampus baru ini akan dimulai dengan pembangunan Rumah Sakit Duta Wacana yang akan menjadi fasilitas pendukung Fakultas Kedokteran.
“Tahun 2024 ini merupakan tahap persiapan yang sangat penting. Kami telah membentuk tim pelaksana pembangunan, tim persiapan rumah sakit, dan tim fundraising untuk memastikan kelancaran proyek ini,” kata Rektor UKDW Wiyatiningsih dalam acara puncak Dies Natalis ke-62 di kampus setempat, Kamis (31/10/2024).
Wiyatiningsih mengatakan pihaknya konsisten menerapkan sistem pentahelix dalam berbagai kegiatannya. Kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, media, komunitas, dan akademisi menjadi kunci keberhasilan UKDW dalam mengembangkan diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kemitraan pentahelix ini memungkinkan kami untuk menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan untuk berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Dalam acara puncak yang berlangsung di Auditorium Koinonia kampus setempat juga diresmikan nama dan logo Rumah Sakit Duta Wacana oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemda DIY dengan UKDW.
BACA JUGA: UKDW Luncurkan Tiga Tim Olahraga, Bidik Prestasi di Pomda dan Pomnas
Paku Alam X menyatakan, dalam lingkup Jogja pemberdayaan masyarakat itu setidaknya dapat diselenggarakan dalam basis sinergi tiga aktor utama (3K) yakni Kraton/Kaprajan, Kampus dan Kampung sebuah bangun Triple-Helix model Jogja.
"Pendidikan berkelanjutan adalah kunci untuk membuka gerbang pemberdayaan. Ia bukan sekadar pelajaran di ruang kelas melainkan upaya menggerakkan semangat, yang mendorong setiap individu untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi sepanjang hidupnya," katanya.
Tentunya, melalui transformasi dari pragmatisme menjadi praksisme melalui penerjemahan teori rumit ke teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
"Jika memang demikian halnya maka pendidikan berkelanjutan dan pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi wahana pemberdayaan agar menjadi modal bersaing di percaturan teknologi dan ekonomi global," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Presiden Prabowo menegaskan Polri berperan strategis menjaga keamanan dan menyampaikan enam pesan penting pada Hari Bhayangkara ke-80.
Sensus Ekonomi 2026 mencatat UMKM DIY masih didominasi usaha mikro. Dinkop UKM DIY memperkuat pendampingan agar pelaku usaha bisa naik kelas.
BPKH memangkas anggaran operasional Rp100,31 miliar pada 2026 untuk menjaga keberlanjutan dana haji tanpa mengurangi layanan kepada jemaah
Presiden Prabowo menganugerahkan tanda kehormatan kepada kesatuan dan personel Polri pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas.
Pemkab Bantul mempercepat sertifikasi halal UMKM. Baru sekitar 20 persen produk bersertifikat, dengan sektor pangan menjadi prioritas.