Wellness Tourism, Wisatawan Mulai Cari Pengalaman Bermakna
Pergeseran tren wisata global menuju wellness tourism dibahas dalam Stipram Creative Venture Fest 2026 di Yogyakarta.
Suasana Pesta Penyiaran Istimewa bertajuk Kanthi Yo! di UMBY, Sleman, beberapa waktu lalu. - Ist/KPID DIY
JOGJA—Media mainstream dianggap menjadi penjaga akurasi dan validasi di tengah banjir informasi. Namun media mainstream juga punya tantangan dengan mengemas informasi yang lebih menarik dan dekat dengan generasi muda.
Ketua Panitia Pesta Penyiaran Istimewa, Febriyanto, tidak memungkiri bahwa dalam beberapa kesempatan, informasi dari media sosial menjadi pemantik media mainstream untuk mengembangkannya menjadi berita. Namun dia menganggap dalam konteks payung regulasi, mulai dari UU Penyiaran maupun Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), media mainstream masih lebih unggul dalam hal akurasi berita.
BACA JUGA: Sukses di UMBY, KPID DIY Akan Keliling ke Enam Kampus Jogja
"Namun sayang, tiadanya regulasi yang mengatur media sosial, seakan menghajar media mainstream untuk bersaing di tengah masyarakat," kata Febriyanto, Kamis (4/9/2025).
Di tengah gelombang media baru yang sangat masif, Febriyanto menganggap perlu adanya pencerahan dari media yang memiliki akurasi serta validitas informasi. Hal ini untuk meminimalisir hoaks ataupun berita tidak benar.
Terlebih di sebagian masyarakat, tingkat literasinya masih cukup rendah. Febriyanto mengatakan kondisi itu membuat masyarakat mudah terprovokasi melalui berita hoaks dan sejenisnya. Dia melihat beberapa contoh masyarakat yang cenderung menelan mentah informasi di media baru, tanpa diklarifikasi kebenarannya. Beberapa orang menganggap berita yang dikonsumsi dari sumber manapun dianggap benar.
"Di sinilah media mainstream hadir untuk memberikan informasi yang valid, nyata dan dapat dipercaya kebenarannya," katanya.
Pentingnya mengonsumsi media yang baik ini pula, yang Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY bagikan dalam Pesta Penyiaran Istimewa. Setelah sukses menyelenggarakan Pesta Penyiaran Istimewa bertajuk Kanthi Yo! di Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada pertengahan Agustus 2025 lalu, KPID DIY akan melanjutkan kunjungannya ke enam kampus lainnya. KPID Goes to Campus 2025 akan singgah di UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, UPN Veteran Yogyakarta, dan STMM MMTC.
Panitia Pesta Penyiaran Istimewa, Mediani Natalia, mengatakan bahwa saat ini media mainstream kurang dilirik, terutama untuk kalangan anak muda. Maka dari itu, KPID DIY ingin menghadirkan Pesta Penyiaran Istimewa ke berbagai kampus. Mediani ingin menebarkan pemahaman agar anak-anak muda jangan hanya berpatokan pada media sosial, tetapi juga harus update dari sumber terpercaya seperti radio dan televisi.
"Tapi tentunya [informasi dari media mainstream perlu dikemas] dengan gaya kekinian, sehingga anak-anak muda tidak merasa radio dan televisi itu kuno," kata Mediani.
Lebih lanjut, Mediani memberikan gambaran bahwa dalam kondisi tertentu, media mainstream menjadi bagian penting dari penyebaran informasi. Pada masa gempa Jogja tahun 2006 atau erupsi Gunung Merapi tahun 2010, Mediani bercerita bahwa internet kala itu sempat tidak bisa diakses. Telepon rumah pun sempat mati.
"Radio dan televisi yang menjawab situasi ini sehingga masyarakat tetap mendapat informasi terkini soal bencana tersebut. Apalagi DIY itu banyak sekali potensi bencananya. Jadi dengan menjaga dunia penyiaran kita, sebenarnya kita juga tengah merealisasikan mitigasi bencana sejak dini," katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pergeseran tren wisata global menuju wellness tourism dibahas dalam Stipram Creative Venture Fest 2026 di Yogyakarta.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).