Menpar Bawa Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 ke Solo dan Jogja, Ini Alasannya
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Maulana Surya
Harianjogja.com, JAKARTA—Hasil asesmen nasional pendidikan agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan mayoritas guru PAI tingkat SD di Indonesia belum memiliki kemampuan membaca Al Quran secara fasih.
Kementerian Agama mencatat sebanyak 58,26 persen guru PAI SD/SDLB masih berada pada kategori pratama atau dasar dalam membaca Al Quran. Data tersebut diperoleh dari asesmen terhadap 160.143 guru PAI yang dilakukan melalui aplikasi SIAGA Kemenag dengan metode triangulasi oleh Lembaga Tahsin dan Tahfiz Al-Qur’an Universitas PTIQ Jakarta.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menegaskan kondisi ini menjadi alarm kebijakan nasional karena guru PAI merupakan ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah dasar. Rendahnya kemampuan baca Al Quran dinilai berpotensi berdampak langsung pada kualitas literasi Al Quran peserta didik.
“Guru PAI adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah. Ketika lebih dari separuh guru PAI SD belum fasih membaca Al Quran, ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Temuan ini berdasarkan asesmen terhadap 160.143 guru PAI SD/SDLB di seluruh Indonesia yang mengikuti tes dan kuesioner melalui aplikasi SIAGA Kementerian Agama. Asesmen dilakukan dengan metode triangulasi oleh Lembaga Taḥsin dan Taḥfīẓ Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta, dengan tingkat kepercayaan tinggi pada agregat nasional dan daerah
Selain kategori pratama yang mendominasi, hasil asesmen juga mencatat 30,4 persen guru berada pada kategori madya, dan hanya 11,3 persen yang masuk kategori mahir. Sementara itu, 27,51 persen guru PAI membutuhkan perhatian khusus.
Suyitno menegaskan hasil asesmen ini harus dibaca sebagai alarm kebijakan nasional. Secara kuantitatif, Indeks Membaca Al Quran guru PAI SD/SDLB berada pada angka rata-rata 57,17, yang masuk kategori rendah (pratama/dasar).
Analisis indikator menunjukkan kelemahan paling menonjol terdapat pada pemahaman hukum bacaan tajwid, dengan skor terendah dibandingkan indikator membaca lainnya. Rendahnya indeks ini tidak dapat dilepaskan dari variasi latar belakang pendidikan guru, akses penguatan kompetensi, serta belum optimalnya integrasi kemampuan baca Al Quran dalam sistem pembinaan karier guru PAI.
“Ke depan, penguatan kompetensi membaca Al Quran harus menjadi bagian integral dari rekrutmen, sertifikasi, hingga penilaian kinerja guru PAI,” katanya.
Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir menilai temuan ini memberikan dasar yang kuat bagi penajaman program intervensi.
“Data ini sangat jelas menunjukkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada aspek pedagogik, tetapi pada kompetensi dasar guru PAI itu sendiri, khususnya kemampuan membaca Al Quran secara tartil dan sesuai kaidah tajwid,” kata Munir.
Dominasi kategori pratama menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih berada pada level membaca dasar, belum pada tahap kefasihan yang ideal untuk menjadi model pembelajaran bagi siswa.
"Jika guru masih terbata-bata atau belum memahami tajwid dengan baik, maka proses transfer literasi Al Quran kepada siswa akan ikut terdampak. Ini menjelaskan mengapa kemampuan membaca Al Quran siswa SD juga masih didominasi kategori dasar,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Agama merekomendasikan sejumlah program seperti penguatan kompetensi profesional guru PAI SD/SDLB, intervensi khusus bagi guru PAI SD/SDLB yang masih pada kategori pratama dalam membaca Al Quran.
Penilaian kemampuan membaca Al Quran dalam proses rekrutmen dan penilaian karir fungsional guru PAI SD/SDLB, kemudian, reorientasi program sertifikasi guru PAI SD/SDLB dengan memasukkan indikator kemampuan membaca Al Quran.
Selain itu pelibatan pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, lembaga pendidikan Al Quran dan stakeholders lainnya sebagai mitra strategis dalam penguatan kemampuan baca Al-Quran dan PAI. Dukungan studi lanjut untuk guru PAI SD/SDLB, serta evaluasi berkala melalui asesmen nasional baca Al Quran dan PAI.
Kementerian Agama menilai peningkatan kompetensi membaca Al Quran guru PAI harus menjadi prioritas nasional guna memperkuat kualitas pendidikan agama Islam sejak jenjang sekolah dasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Sampah pangkasan pohon mendominasi layanan TRC MAS JOS di Jogja dengan proporsi 63,3% dari sampah yang diangkut sepanjang 2026.
Guru pendamping siswa ABK di Sragen dilaporkan ke polisi setelah korban mengalami luka memar. Mediasi ketujuh kembali buntu.
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan akan dicairkan dua tahap pada Oktober dan November 2026 untuk memperkuat keuangan.
Indonesia dan Malaysia masih 0-0 pada babak pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Thom Haye mendapat kartu merah dan Garuda bermain 10 pemain.