ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
SMK Muhammadiyah Kretek terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan Workshop Public Speaking yang diperuntukkan bagi Bapak dan Ibu Guru, pada Kamis (27/11/25), bertempat di ruang kelas SMK Muhammadiyah Kretek. /Istimewa.
BANTUL—SMK Muhammadiyah Kretek terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan Workshop Public Speaking yang diperuntukkan bagi Bapak dan Ibu Guru, pada Kamis (27/11/25), bertempat di ruang kelas SMK Muhammadiyah Kretek.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, khususnya dalam aspek komunikasi pembelajaran. Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21, guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu menyampaikannya secara efektif, komunikatif, serta membangun interaksi yang positif dengan peserta didik.
Workshop public speaking ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Dalam sesi pemaparan materi, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya keterampilan berbicara di depan umum sebagai bagian dari kompetensi pedagogik guru. Materi yang disampaikan meliputi teknik vokal, pengelolaan intonasi suara, penggunaan bahasa tubuh, penguasaan audiens, serta strategi membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan kelas maupun dalam forum resmi.
Kepala SMK Muhammadiyah Kretek, Bapak Anggit Nurochman, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa public speaking merupakan keterampilan dasar yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Menurutnya, cara guru berkomunikasi akan menentukan tingkat pemahaman, perhatian, serta motivasi belajar siswa.
“Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan jelas, menarik, dan inspiratif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa,” ungkapnya.
Suasana workshop berlangsung interaktif dan dinamis. Selain menerima materi, para guru juga diajak mengikuti sesi praktik langsung dan diskusi. Dalam sesi ini, peserta berkesempatan mempraktikkan teknik berbicara di depan audiens, menyampaikan materi singkat, serta mendapatkan umpan balik dari narasumber. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Salah satu peserta workshop, Ibu Chaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan wawasan baru dalam meningkatkan kualitas komunikasi di kelas.
“Melalui workshop ini, kami belajar bagaimana mengelola suara, bahasa tubuh, serta membangun kepercayaan diri saat mengajar. Hal ini tentu sangat membantu kami agar pembelajaran menjadi lebih hidup dan interaktif,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Kretek berharap para guru dapat terus mengembangkan kompetensi komunikasi profesional sebagai pendidik. Peningkatan kemampuan public speaking diharapkan mampu mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif, inspiratif, dan bermakna, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.